24 Apr 2017

Apa Artinya Hidup Seperti Yesus Hidup

Rambutnya dibiarkan panjang, memakai jubah dan berjalan dengan wibawa. Tidak hanya itu, berkata-kata juga diatur dengan sedemikian rupa. Saat tanya mengapa demikian? Ia menjawab "Saya ingin seperti Yesus"

Memang Alkitab berkata bahwa kita harus hidup seperti Yesus hidup.

1 Yohanes 2:6 (TB)  Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Tetapi hidup seperti Yesus hidup bukanlah dalam pengertian mencontoh hal-hal lahiriah seperti rambut panjang, memakai jubah seperti Yesus, berjalan dan berbicara dengan sedemikian rupa. Semua ini bukanlah kriteria hidup seperti Yesus. Hidup seperti Yesus hidup adalah hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.

Ada banyak aspek yang kita bicarakan hidup seperti Yesus hidup. Dalam ruang yang terbatas ini, setidaknya hidup seperti Yesus hidup haruslah dalam beberapa area ini.

Pertama, hidup dalam kekudusan dan tidak berdosa. Tuhan Yesus hidup tanpa dosa dan tidak berbuat dosa dalam perbuatan, perkataan maupun pikirannya. Demikian juga dengan keinginanNya, Ia suci, kudus dan mulia. Hidup seperti Yesus hidup adalah hidup dalam kekudusan dan tidak berbuat dosa.

Kedua, taat sempurna. Yesus hidup dalam ketaatan kepada BapaNya. Ia datang ke bumi karena Bapa mengasihi dunia ini dan Yesus diutus ke bumi. Yesus taat, bahkan taat sampai mati di kayu salib. Hidup seperti Yesus hidup adalah hidup dalam ketaatan sempurna kepada Tuhan. Apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi kita haruslah kita respon dengan ketaatan. Sekalipun itu adalah hal-hal yang berat dan tidak masuk akal. Kita tidak punya pilihan lain selain taat.

Ketiga, hati yang penuh kasih. Selama Yesus hidup di muka bumi ini, Ia menunjukkan kasih yang nyata bagi semua orang. Dengan dasar kasih dan belas kasihanNya, Ia melayani mereka dan memenuhi kebutuhan mereka; mujizat kesembuhan dan apapun yang mereka perlukan. Hidup seperti Yesus hidup adalah hidup yang penuh kasih dan kasih ini nyata melalui kehidupan kita. Maka dengan kasih itu jugalah menjadi dasar kita melayani Dia baik itu sebagai penatalayaj di gereja atau dimanapun pelayanan kita itu.

Hiduplah seperti Yesus,

19 Apr 2017

Kemenangan Oleh Yesus Kristus

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yoh 14:6

sabdanya.com - Salib itu kosong dan demikian juga dengan kuburNya. Dunia mencoba menguburNya. Dunia mencoba mengubur kasihNya. Dunia mencoba untuk mengubur kebenaranNya. Dunia mencoba untuk mengubur kasihNya. Tapi dunia gagal melakukannya; Dia hidup dan Dia bangkit. Kubur tidak dapat menahanNya, dunia dan kuasa apapun tidak dapat menghentikan kasihNya. KebenaranNya tetap nyata, "perayaan besar" iblis gagal total.

Yesus hidup, Dia mengalahkan kematian dan maut. KemenanganNya ini bukan hanya pada masa-masa paskah, tetapi tetap sama sejak dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Tidak berubah, kemenanganNya menjadi kemenangan kita.

Kini jalan terbuka lebar bagi manusia untuk kembali bersatu dengan Allah yang maha kudus. Kini jalan kemederkaan atas dosa, kutuk, kematian dan maut sudah di tangan kita. Yesus menjadi jalan itu dan hanya Dia satu-satunya.

Karena kemenanganNya itu, Dia menyediakan bagi kita:

Sebuah jalan untuk kembali bersekutu dengan Bapa di sorga. Hubungan yang teputus kini dapat kembali terjalin hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan pencipta kita yang penuh kasih. Tanpa kemenangan Kristus di kayu salib, kita tidak mungkin dapat memulai kembali hubungan pribadi dengan Tuhan.

Sebuah pengampunan atas dosa-dosa kita. Kita tidak dapat "membayar" atau menyelesaikan dosa-dosa kita. Hanya Yesus yang dapat "membayarnya" kemenanganNya di kayu salib adalah tebusan yang sempurna dan diterima oleh Bapa (the wrath of God is satisfied).

Sebuah kemerdakaan bagi yang percaya padaNya. KemanganNya di Calvary memberikan kemerdakaan bagi yang percaya padaNya; merdeka atas kuasa dosa, sakit penyakit, kehinaan, takut, kekuatiran, keputusasaan, keterikatan, kegelapan, rasa bersalah dan merdeka dari keterpisahan dengan Allah.

Sebuah kuasa untuk hidup. Kuasa kebangkitanNya memberikan kita kuasa untuk menang sebagaimana Yesus telah menang. Dengan Roh KudusNya, kita dapat menjalani hari-hari kita dalam kemenanganNya. Kita tidak perlu takut lagi terhadap kuasa-kuasa musuh, kita dapat menahan serangan musuh dan mengalahkannya. DarahNya memberikan perlindungan bagi kita atas segala panah-panah si jahat. Kita dapat berdiri kuat dan teguh di dalam kemanangan Yesus Kristus.

Sebuah kehidupan yang kekal. Kini, kita tidak lagi berada di bawah kuasa maut. Kita beroleh hidup yang kekal karena kemenanganNya. Kita tidak perlu takut lagi apa yang terjadi setelah kematian, karena kita pasti akan dibangkitkan dan beroleh hidup yang kekal bersama Yesus di sorga yang mulia. Bumi ini adalah tempat kita yang sementara, tetapi sorga adalah rumah kita yang kekal.

Semuanya itu adalah karena kemenangan Kristus di kayu salib.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1 Kor 15:57-58

Selamat menikmati hidup yang berkemangan

18 Apr 2017

Apakah Salib Adalah Sebuah Kebodohan

1 Korintus 1:18 (TB) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

sabdanya.com Bagaimanakah dunia memandang salib? Bagi dunia salib adalah kebodohan dan tidak masuk akal. Dunia berkata "manusia bisa saja saling mengampuni, mengapa Tuhan tidak bisa mengampuni saja manusia yang berdosa?" Dunia juga berkata sangatlah tidak masuk akal bila Tuhan itu bisa mati dan harus mati.

Pertanyan dan pertanyaan itu mengabaikan fakta dan kebenaran bahwa manusia itu berdosa, tidak layak, tidak kudus dan tidak mulia sedangkan Allah begitu sempurna, kudus dan mulia dan jelas tidak bisa Allah mengampuni begitu saja (Habakuk 1:13).

Faktanya dunia saat ini tidak lagi memiliki kata "dosa" dalam kamus kehidupan mereka. Sesuatu yang salah hanya dianggap sebagai masalah yang tetap bisa dipecahkan, bisa ditemukan solusinya.

Pandangan dan pemikiran diatas ini mengabaikan apa yang dikatakan Alkitab dalam 1 Yohanes 1:8 bahwa kita ini berdusta jika menganggap diri tidak berdosa dan baik-baik saja.

Paulus menegaskan bahwa dosa adalah masalah yang serius dan tidak dapat diselesaikan dengan membangun paradigma bahwa dosa itu tidak ada, hanya "error" saja. Dan bahwa neraka itu tidak ada, manusia akan "sirna" begitu saja.

Faktanya Alkitab berkata bahwa upah dosa ialah maut (Rom 6:23), keterpisahan kekal dengan Allah, binasa di neraka. Paradigma apapun tidak akan dapat menghindari kebenaran ini. (Yesaya 59:2)

Allah yang kudus tidak dapat "bercampur" dengan manusia yang berdosa dan jahat. Yang jahat hanya dapat menghasilkan yang jahat. Tangan yang kotor hanya akan membuat meja yang dilapnya semakin kotot. Harus yang benar-benar bersih (suci, kudus dan mulia) yang dapat membersihkan yang kotor.

Salib adalah jalan Tuhan, inilah satu-satunya jalan keluar yang disediakan Allah agar manusia pengampunan dan dilayakkan "bercampur" kembali dengan Allah, dalam persekutuan dengan Allah. Salib jawaban untuk memenuhi kasih Allah yang besar dan juga keadilanNya.

Bagaimana manusia yang berdosa, kotor, jahat, pemberontak dan tidak layak dapat kembali bersama-sama dengan Allah yang sempurna,.kudus dan mulia? Hanya dengan jalan salib, Yesus harus tergantung di kayu salib, mati dan bangkit dan manusia kemudian dapat dinyatakan benar dan layak bagi Allah.

Selamat menikmati kuasa salib dan kebangkitannya

17 Apr 2017

Dia Menawarkan Keselamatan

Saya sering bertanya-tanya, betapa banyak orang yang dengan antusias berseru, “Hosana!” pada hari Minggu Palma, tetapi beberapa hari kemudian mereka berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Sebagian orang mungkin sangat kecewa, bahkan marah, karena Kristus tidak menggunakan kuasa mukjizat-Nya untuk mendirikan kerajaan duniawi.

Bukankah dengan diarak masuk ke Yerusalem, Dia telah menciptakan kesempatan emas untuk memperoleh dukungan rakyat? 

Bukankah Dia menawarkan diri-Nya sendiri sebagai raja?

Banyak orang Yahudi gagal menyadari bahwa sebelum Yesus menyatakan kedaulatan-Nya secara terbuka, Dia terlebih dahulu harus bertakhta dalam hati mereka.

Kebutuhan terbesar mereka bukanlah pembebasan dari belenggu Kaisar, melainkan pembebasan dari kecongkakan, sikap bangga terhadap diri sendiri, dan pemberontakan melawan Allah. Yang mereka inginkan adalah kerajaan nyata seperti yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama bersama semua kekayaan materinya.

Namun, mereka tidak sadar bahwa Mesias pertama-tama harus mati bagi dosa-dosa manusia, dan untuk kemudia, bangkit kembali untuk mendirikan dasar bagi prinsip kerohanian.
Hal yang sama juga terjadi pada masa kini. Kristus tidak menawarkan kekebalan dari kesulitan hidup, kesembuhan dari setiap penyakit, atau janji akan kesuksesan finansial.

Yang Sang Raja janjikan hari ini adalah diri-Nya sendiri sebagai kurban atas dosa-dosa kita, dan tantangan untuk melayani Dia.

Jika kita bersedia menerima tawaran-Nya, kita tidak akan merasa kecewa.

16 Apr 2017

Tetaplah Percaya Sebab Dia Bangkit

Yohanes 20:9 (TB)  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

sabdanya.com - Murid-murid tidak mengetahui seperti kita sekarang telah mengetahui bahwa Yesus bangkit dari kematian pada hari ketiga. Jika murid-murid telah mengerti sejak penangkapan Yesus di taman getsemani, pastilah para murid telah menyikapinya dengan berbeda. Mereka pasti menyaksikan semua proses penyiksaan itu "dengan tenang" karena mereka tahu Yesus pasti akan bangkit. Tetapi mereka belum mengerti dan tidak tahu akan hal itu, karena Alkitab sendiri mengatakannya demikian (Yoh 20:9)

Setelah penyaliban Yesus, sangat memungkinkan bahwa nyawa para murid juga terancam. Bisa saja mereka menjadi target berikutnya untuk juga disalibkan. Bukankah Petrus harus menyangkal Yesus tiga kali untuk menghindari penangkapan dan penyaliban atas dirinya? Hal ini sangat memungkinkan karena para pemuka agama pasti ingin menghabisi semua pengikut Kristus sehingga putus sudah ajaran Yesus.

Tetapi sang guru telah disalibkan dan dikuburkan. Saat sepertinya tidak ada lagi pengharapan. Yesus yang mereka harapkan jadi pembebas Israel dari Romawi telah pupus (ini harapan mereka). Kini mereka tidak ada lagi pegangan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun para murid tidak meninggalkan kota, sekalipun mereka masih tetap belum tahu dan belum mengerti, mereka memang bersembunyi tetapi masih tetap di dalam kota, mereka "tidak meninggalkan" Yesus.

Dan ini tidaklah sia-sia, dengan tetap di dalam kota dam tidak melarikan diri ke kota asing, mereka akhirnya menyaksikan kebangkitan Yesus. Menjalani hari Sabtu pastilah tidak mudah bagi mereka tetapi pada hari Minggu mereka menyaksikan kemenangan gilang gemilang; Yesus bangkit, kuburnya telah kosong.

Yohanes 20:19 (TB)  Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Saat dalam hidup kita, kita sedang mengalami hari "Sabtu" tetaplah percaya pada Yesus karena hari "Minggu" pasti terjadi, pasti ada waktunya Tuhan menyatakan kemenangan dalam hidup kita. Kebangkitan Yesus adalah kemenangan atas maut, dan kita juga mengalami kemenangan atas maut dan kemenangan atas segala perkara kehidupan kita.

Jangan "tinggalkan kota" (jangan tinggalkan Yesus) tetaplah berdiam diri dan lihatlah kemenangan yang gilang gemilang dalam hidup kita. He is not here, He is RISEN.

Selamat paskah
Selamat menikmati kuasa kebangkitan-Nya setiap hari.

15 Apr 2017

Bersama lebih baik

Dalam sebuah komunitas atau team, terkadang tidaklah mudah untuk bisa berjalan bersama.. kenapa begitu? Karena bisa saja terdapat banyak perbedaan diantara satu dengan yang lain.

Jika ada yg kuat, maka dia harus menolong yang lemah. Jika ada seorang yg lebih cepat, maka mau tidak mau dia harus bisa bersabar menunggu yang lebih lambat. Butuh pengorbanan memang, tapi tulah berjalan bersama.

Kelihatannya lebih enak ketika berjalan sendiri, lebih cepat, tidak perlu berkorban, tidak perlu menunggu dan tidak perlu repot.

Namun tanpa kita sadari, untuk bisa mencapai tujuan, kita perlu orang lain dengan kelebihan dan kekurangannya.

Pada akhirnya kita tahu bahwa ternyata berjalan bersama itu jauh lebih baik daripada berjalan sendiri.

14 Apr 2017

Apakah Maknanya Sudah Selesai

Yohanes 19:30 (TB) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Salib adalah tujuan Yesus sejak awal kedatangannya ke bumi ini. Dia lahir memang untuk kemudian mati di kayu salib. Inkarnasinya adalah untuk penebusan kita dari dosa. Dia lahir untuk mati supaya kita menjadi hidup. Di kayu salib Ia menggenapi semuanya dan menutup dengan berkata "Sudah selesai"

baca juga: Mengapa Yesus datang kedunia?

Sudah selesai, kata ini adalah kata yang biasa dalam bahasa Yunani, maksudnya tidak ada penafsiran khusus untuk kata ini. Sudah selesai berarti sudah selesai, misi terlaksana, sudah dilakukan, sudah berakhir.
baca juga: Mengapa Yudas menghianati Yesus?

Jadi apakah yang "sudah selesai"? Penderitaan Kristus di kayu salib sudah selesai karya Kristus, tidak akan ada lagi kedatangan Kristus untuk disalibkan kembali. Sudah selesai penebusan manusia dari dosa, tidak akan ada lagi kedatangan Kristus untuk menanggung dosa manusia. Sudah selesai belenggu setan dan maut, Yesus telah menyelesaikan di kayu salib (Ibrani 2:14). Kita tidak perlu lagi berada di bahwa kuasa iblis dan terbelenggu olehnya.

baca juga: Kuasa darah Yesus

Dan yang paling penting, sudah selesai penebusan dan jaminan keselamatan kita adalah pasti dan tanpa keraguan sedikitpun. Semua dosa-dosa dunia telah ditanggungNya dan sebaliknya kebenarannya menjadi milik kita.

Sudah selesai... maka bersukacitalah dan pujilah Tuhan selalu.

baca juga: Semua adalah karya Roh Kudus

13 Apr 2017

Via Dolorosa

Apakah maknanya Via Dolorosa? Via Dolorosa berarti jalan penderitaan, ini mengacu pada rute di Yerusalem dimana Yesus menempuhnya pada hari penyalipan. Via Dolorosa yang sekarang telah ditandai dengan 14 titik yang merupakan titik titik dimana Yesus penderitaannya (sesungguhnya lima dari 14 titik ini tidak tercatat dalam Alkitab)

Jalur Via Dolorosa tidak sepenuhnya disebutkan dalam Alkitab, yang kita dapat ketahui dengan pasti adalah bahwa Ia memikul salib (ini berarti Ia memikul segala penderitaan yang seharusnya kita tanggung), dari  pengadilan Pilatus hingga akhirnya Ia di salibkan di bukit Kalvari. Ini lokasi yang jelas dan pasti sehingga penyaliban Kristus bukanlah berita bohon (hoax).
Terlepas dari dimana sajakah rute yang benar, sepanjang jalan itu memang benar via dolorosa, jalan yang penuh penderitaan.

Sepanjang jalan itu, Ia menanggung penderitaan yang luar biasa, Ia menanggung segala dosa umat manusia agar manusia dapat dibebaskan dari penderitaan kekal.

Seharusnya kita yang menderita, kita yang diludahi, bukan Dia. Kita yang harusnya dipukul, bukan Dia. Kita yang harusnya dicaci maki, bukan Dia kita yang harusnya ditolak, bukan Dia. Kita yang harusnya dihukum mati, bukan Dia. Tetapi Yesus melakukan semuanya itu karena Ia mengasihi kita.

Yesaya 53:3-7 (TB)  Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

12 Apr 2017

Pelajaran Rohani dari Kupu Kupu

Seekor kupu-kupu raja beristirahat di atas bunga yang sedang mekar. 

Hewan itu mengibas-ngibaskan sayapnya perlahan dengan anggun dan elok. "Raja yang gagah" itu tadinya cuma seekor ulat hijau yang menjijikkan, yang makanannya dedaunan dari semak-semak bergetah. Kemudian, ia membuat "peti mati" bagi dirinya sendiri dan bergantung pada sebatang ranting.

Bila sudah tiba saatnya, ia bangkit dan berubah menjadi makhluk yang indah, yakni kupu-kupu raja yg berwarna-warni.

Daur hidup kupu-kupu itu terbagi menjadi empat tahap: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Kehidupannya dimulai dari sebuah telur, yakni bibit kupu-kupu itu, yang menetas menjadi seekor ulat yang buruk rupa.

Tetapi, ia tidak diciptakan untuk sekadar menjadi ulat.
Ulat itu harus "MATI", agar bisa melahirkan kupu-kupu.

Saya melihat dalam diri ulat itu suatu gambaran umat manusia berdosa yang memerlukan perubahan, yakni kelahiran kembali (Yohanes 3:3). Kupu-kupu itu, yang dibebaskan dari kuburan yang berupa kepompong, menggambarkan perubahan yang terjadi ketika Yesus kembali dan mengubah tubuh jasmani kita menjadi tubuh kemuliaan agar sesuai dengan kehidupan di surga (1 Korintus 15:42-44).
Jadi, lain kali kalau Anda melihat seekor kupu-kupu, ingatlah perubahan yang telah dikerjakan Kristus dalam diri Anda, ketika Anda menaruh iman pada-Nya.

"MATI"kanlah kedagingan kita, lalu... nantikanlah dengan sukacita hari kebangkitan itu, manakala perubahan hidup kita disempurnakan!

"Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan"
- 1 Korintus 15:43

11 Apr 2017

Penghianatan Yudas dan Rencana Besar Allah

Markus 14:18 (TB)  Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku."

sabdanya.com - Pernahkah Anda dihianati? Dihianati, khususnya oleh orang terdekat kita pastilah sangat menyakitkan. Kepala kita berputar-putar tujuh keliling dengan terus bertanya mengapa? Mengapa? Dan mengapa ia menghianati kita. Pun demikian, biasanya kita tidak bisa mendapatkan jawaban tepat atas pertanyaan itu.


Yudas Iskariot, salah seorang dari murid Yesus, berjalan bersama Yesus, mengenal Yesus, melihat dan mengalami mujizat yang Yesus lakukan, dipercaya sebagai bendahara pelayanan Yesus, dan seharusnya ia benar-benar mengasihi Yesus tetapi ia memilih untuk menghianati Yesus dengan 30 keping uang perak. Rasanya tidak masuk akal, Yesus memberikan dia cinta kasih yang terbesar dan kekal tetapi ia justru menghianatinya.


Tetapi Yesus tahu semuanya itu adalah bagian dari rencana besar Allah atas keselamatan manusia dan Yesus menjalani semuanya. Penghiantan tidak hanya dilakukan Yudas, kerumunan orang banyak yang sebelumnya mengelu-elukan Dia ketika memasiki Yerusalem, kini berbalik membenci Dia. Mereka meludahinya, mengutukinya, dan ingin menyalibkan Dia. Bahkan Petrus menyangkal Dia 3x dan murid-murid yang lain berlarian meninggalkan Dia.

YESUS MENGALAMI PENOLAKAN YANG SEDEMIKIAN RUPA AGAR KITA TIDAK AKAN DITOLAK OLEH BAPA

Atas segala perlakuan yang diterima oleh Yesus, semua penghianatan, penolakan, kata-kata serapah yang diucapkan, siksaan fisik yang sangat kejam, dan puncaknya adalah kematian-Nya, Tuhan Yesus justru berkata "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" Sebuah respon yang pasti sulit bagi kita untuk melakukannya jika kita yang mengalaminya. Tetapi Tuhan Yesus telah menunjukkan kasih yang besar demikkan juga harusnya mengampuni orang yang menghianti kita.

DIA BERSERU "AMPUNILAH MEREKA" DEMIKIANLAH DI KAYU PROSESI PENGAMPUNAN KITA DILAKUKAN.

Kuasa pengampunan ini tidaklah otomatis. Bila Anda belum menerima kuasa pengampunan ini, Anda harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah yang Maha Kudus dan Dialah satu-satunya juruselamat atas dosa-dosa Anda yang tidak mungkin dapat bereskan.


Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 1:9 (TB)  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Maka berdoalah dengan iman percaya yang teguh demikian:

Tuhan Yesus, aku adalah orang berdosa dan aku tidak dapat menyelamatkan diriku dengan cara apapun. Aku mengakui segala dosa-dosaku dan memohon pengampunan-Mu. Aku bertobat dari segala dosaku dan Engkaulah satu-satunya Tuhan, Raja dan Juruselamatku dari hari ini sampai selama-lamanya. Masuklah kedalam hatiku, memerintah selamanya atas hidupku. Aku percaya saat ini namaku tercatat dalam kita kehidupan-Mu.

SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA, DISELAMATKAN.