08 May 2019

Senyum pada saat mengalami kekalahan

sabdaNya - Jalur cepat Indianapolis adalah jalur balap mobil yang terkenal di dunia. Itu adalah tempat di mana balap mobil sejauh 500 mil diadakan setiap tahunnya. Melaju dengan kecepatan tinggi sejauh 500 mil merupakan sebuah ujian yang sangat melelahkan, yang akan melahirkan cerita mengenai para pahlawan.

Ini adalah kisah mengenai Ralph de Palma, yang merupakan pembalap mobil yang hebat pada tahun 1912. Ia memiliki kesempatan yang besar untuk menang. Ketika lomba dimulai, ia telah melaju di depan para lawan-lawannya. Ia memimpin pertandingan sampai sekitar 5 mil lagi sebelum garis akhir. Kesuksesan dan hadiah uang sebesar $35,000 sudah hampir berada di tangannya.

Tiba-tiba sesuatu terjadi pada mesin mobilnya. Para mekaniknya melompat untuk mencari kerusakan di mobil Palma. Pasti itu bukanlah sesuatu yang serius. Pasti itu adalah sesuatu yang bisa diperbaiki. Palma dan para mekanik mendorong mobil ke luar jalur balap agar tidak menghalangi mobil-mobil lain. Akan tetapi tiba-tiba saja sebuah mobil melintas untuk mengambil hadiah yang hampir berada di genggaman Palma. Itu merupakan sebuah kekecewaan yang besar.

Apakah Anda bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh Palma? Ia memandang ke atas dan tersenyum kepada kerumunan orang-orang. Senyuman di tengah-tengah situasi seperti ini menunjukkan bahwa Palma adalah seorang pahlawan lebih dari semua kemenangan-kemenangannya. Ia dapat tersenyum di tengah-tengah kekalahan.

Seorang yang mampu tersenyum di saat kekalahan dan mampu untuk tidak menyalahkan situasi yang ada adalah seorang yang melebihi pemenang. Kita sering berkata bahwa dalam Tuhan kita lebih dari pemenang. Namun jika kita masih suka menyalahkan situasi sebagai alasan kekalahan kita dan sulit untuk bersyukur dan menerima kondisi yang ada, kita belum bisa dikatakan lebih dari pemenang. Mari kita belajar untuk bersyukur dan berlapang-dada.

Tuhan akan mengajarkan sukacita yang sesungguhnya di tengah-tengah kesedihan. (Rick Warren)

07 May 2019

Wajah yang berseri-seri yang mengungkapkan rahasia

sabdaNya - Kisah ini adalah cerita mengenai permulaan perusahaan pertambangan Anaconda. Sekelompok orang yang berharap menemukan emas melakukan perjalanan dari Bannock, Montana. Mereka harus melewati kesukaran-kesukaran. Beberapa dari teman mereka meninggal dunia di dalam perjalanan. Orang-orang India mengalahkan mereka dan mengambil kuda-kuda mereka yang baik. Patah semangat, mereka pun mencari jalan untuk kembali ke Bannock.

Ketika mereka sedang berjalan pulang, salah satu dari mereka mengambil sebuah batu kecil dari sungai. Ketika memecahkan batu karang dengan kapak, ia berkata, “Mungkin saja ada emas di sini.” Mereka menemukan emas di sungai yang sama, dan menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan 50 dollar – jumlah yang cukup besar pada saat itu. Mereka berkata, “Kita akan menjadi kaya raya!”

Ketika mereka pulang ke Bannock, mereka berjanji untuk tidak mengatakan apa-apa mengenai temuan emas itu, dan mereka memegang janji tersebut. Dengan diam-diam mereka memperlengkapi diri mereka dengan persediaan yang diperlukan untuk perjalanan berikutnya. Akan tetapi ketika mereka siap untuk melakukan perjalanan, 300 orang mengikuti mereka. Siapa yang telah memberitahu orang-orang tersebut? Tidak ada! Penulis dari kejadian itu bercerita mengenai hal ini, “Wajah mereka yang berseri-seri telah mengungkapkan rahasia mereka.”

Secerdas apapun kita menyimpan rahasia tentang sebuah kebahagiaan, kita tidak akan dapat menutupinya; karena suasana hati kita yang bergembira akan membuat kita untuk tampil dengan lebih cerah dan berbeda di depan orang banyak. Atmosfir yang baru seperti ini akan membuat semua orang heran dan menjadi ingin tahu. Jika kita sadar betapa berharganya kita bagi Tuhan, pastilah hati kita akan berbahagia, dan itu akan timbul pada raut wajah kita. Dan di saat orang banyak itu penasaran dan ingin tahu alasan kita, itulah kesempatan kita bersaksi tentang kebaikan Tuhan.

Sukacita adalah hidup dalam kelimpahan, luapan yang tidak bisa dibatasi hanya untuk satu orang saja. (Eugene Peterson)

29 April 2019

Hargai PengobarnanNya

Seorang ibu meninggalkan rumahnya dan pergi mengambil air, meninggalkan anaknya yang tertidur.
Sekembalinya, dia menemukan kerumunan besar di sekitar rumahnya yang terbakar. Di dalam, putranya akan mati dalam api.

Melemparkan semangkuk air ke lantai, dan menangis, dia ingin masuk ke dalam rumah yang terbakar untuk mencari putranya. Semua orang terus berkata, "Kamu akan mati juga, api itu sangat hebat."
Melarikan diri dari tangan mereka, dia masuk ke api dan membungkus putranya dengan selimut. Anak, yang kencang di dadanya, tidak tersentuh oleh api.

Ibu keluar dengan terbakar berat dan hanya diselamatkan secara sederhana. Terima kasih untuk perawatan rumah sakit, tetapi dia hidup dengan bekas luka dan tidak bisa dikenali.
Bertahun-tahun berlalu. Anak itu, di bawah bimbingan ibunya, menyelesaikan studinya dan diangkat menjadi menteri. Dia menyelenggarakan pesta di vilanya pada pengangkatannya dan mengundang semua pejabat kota dan teman-temannya.

Ketika mereka berada di pesta penuh, suara terdengar di pintu masuk ke vila. Putranya terpaksa pergi keluar dan menyelesaikan situasinya. Dia menemukan bahwa petugas keamanan mencegah ibunya bergabung dengan partai. Dia tidak mengundangnya tetapi dia juga ingin bergabung dengan pesta.
Menghadapi situasi ini di depan tamunya, dia berkata dengan lembut kepada ibunya: "Tolong, Bu, saya akan malu jika Anda muncul di hadapan teman-teman saya. Kita bisa mendiskusikannya nanti." Dan secara rahasia, ia memerintahkan dinas keamanan untuk membuang ibunya karena bekas lukanya ...

Apa yang menginspirasi Anda dalam cerita ini? Wanita ini melambangkan Yesus Kristus yang mengorbankan dirinya untuk Anda dan saya.

Hari ini, tempat apa yang Anda berikan kepadanya dalam hidup Anda? Adalah Dia yang telah menerima bekas luka karena Anda dan saya.

Jika Anda malu kepada-Nya, simpanlah pesan ini dan jangan mengirimkannya kepada siapa pun.
Jika Anda tidak malu dengan bekas luka Yesus Kristus, jika Anda telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda di dalam hati Anda, sampaikan pesan ini kepada dua belas orang.

Yesus Kristus memberi tahu kita di Markus 8, 38: "... Karena barangsiapa yang merasa malu terhadap Aku dan kata-kata-Ku dalam generasi yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia juga akan malu ketika Dia datang dalam kemuliaan Bapa-Nya. dengan para malaikat Kudus. "

Anda masih punya waktu untuk memberi tahu setidaknya 12 orang bahwa Yesus mengasihi mereka. Seperti untuk saya, saya memulai misi ini bersama Anda.

Mazmur 126 : Tuhan memintaku untuk memberitahumu : Bahwa semuanya akan baik-baik saja mulai sekarang ... Kau harus menang dan akan mencapai semua tujuanmu.

28 April 2019

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”

Pengkhotbah 3:11 a

BIARKAN TUHAN BEKERJA DENGAN CARA DAN WAKTUNYA

Sarai, istri Abraham, ketika melihat janji Tuhan yg tidak kunjung tiba, mencoba mengambil peran Tuhan.

Sarai mulai mencoba “membantu” Tuhan untuk menyelesaikan masalahnya dengan pikirannya sendiri.

Sarai menyodorkan, Hagar, pembantunya untuk bisa mendapatkan anak dari suaminya, Abraham.
Sebuah kekeliruan fatal yg berakibat panjang hingga saat ini dalam sejarah manusia.

APAKAH ANDA MELAKUKAN HAL YG SAMA SEPERTI SARAI ?

Kita tidak sabar menunggu waktunya Tuhan.
Kita mencoba mengambil alih peran Tuhan.
Kita mengajari Tuhan untuk bertindak menurut pandangan kita.
Kita tidak membiarkanNya bertindak menurut cara dan waktuNya.
Kita mesti membiarkanNya menjadi Tuhan atas seluruh perjalanan hidup kita.

JANGAN COBA MEMBANTUNYA DENGAN PIKIRAN KITA YG TERBATAS.
BIARKAN DIA MENJADI TUHAN SEPENUHNYA YG MEMEGANG KENDALI ATAS SEGALANYA.

Jangan pernah menganggapnya sebagai kelalaian.
Ketika Tuhan menunda pertolonganNya atas hidup kita, Tuhan ingin agar kita mengerti bahwa hanya ditanganNya sajalah ada pertolongan.

UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA, MANTAPKAN HATI ANDA, KARENA ADA JANJI TUHAN BAGI ANDA.

27 April 2019

Iman Pengharapan dan Kasih

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13

IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH

Ketiga hal ini harus nyata dalam kehidupan kita.
IMAN tidak boleh pudar.
Sekalipun kita dihadapkan dengan berbagai kesulitan, IMAN seharusnya melihat bahwa Tuhan selalu punya cara untuk meluputkan kita.
Yusuf sepertinya tak memiliki jalan keluar dari kedalaman sumur, namun ia melihat bahwa Tuhan punya cara untuk menyelamatkannya.
IMAN/PERCAYA kepada janji Tuhan, membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

PENGHARAPAN yg sejati lahir dari iman.
Jika kita memiliki iman, maka kita pasti memiliki PENGHARAPAN.
Mengapa Yusuf tidak pernah menyerah menghadapi berbagai penderitaan dalam hidupnya ?
Yusuf tidak mudah patah dan putus asa karena ia memiliki PENGHARAPAN yang kuat kepada Tuhan yg sangat dipercayanya.

KASIH Yusuf kepada Tuhan yg disembahnya memampukannya melewati semua hambatan yg menghadangnya dan Yusuf menang.
KASIH Tuhan kepada Yusuf juga dirasakannya tidak pernah berhenti, sekalipun ia berada dipinggir maut, Tuhan menyertainya.

Yusuf berhasil melewati semua masalah dalam perjalanan hidupnya, karena KASIH Tuhan yg begitu nyata dan ajaib.

Bukan saja ia menerima tahta dan mahkota, kuasa dan kedudukan sebagai Raja Muda, ia juga menerima kepercayaan dari Raja, kuasa dan kewenangan untuk mengatur kehidupan sebuah bangsa.
Mengapa Firaun, Raja yg berkuasa pada waktu itu, bisa memberikan kepercayaan kepada Yusuf untuk memelihara sebuah bangsa yg besar?

Bukankah Yusuf adalah seorang napi yg baru saja mendapat grasi?
Yusuf sadar jika bukan karena Tuhan, maka tak mungkin ia sampai di tahta.
Itulah sebabnya Yusuf memberi nama MANASYE kepada anaknya yg sulung, sebab kata Yusuf : “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.”

BAGAIMANA DENGAN ANDA ?

SEBERAT APAPUN MASALAH ANDA, YAKINLAH BAHWA TUHAN MEMBUAT SEGALA SESUATU MENJADI INDAH PADA WAKTUNYA.

26 April 2019

Selalu Bersyukur

CUKUP ITU BERAPA?

"Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?" Matius 6:31

Alkisah seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapa pun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan "CUKUP"

Seketika si petani terpengarah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.

Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi rumahnya. Masih kurang!

Sampai Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup!
Dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya, karena dia tidak pernah bisa berkata "CUKUP".

Salah satu kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia adalah kata "CUKUP" Kapankah kita bisa berkata cukup?

• Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
• Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
• Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
• Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
• Anak² menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang.., kurang.. dan kurang..

Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa MENSYUKURI segala sesuatunya.

Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"CUKUP" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.

Dengan mengucapkan kata cukup, membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit untuk berkata cukup.

Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang BERBAHAGIA.

"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan." 2 Korintus 8:14-15

25 April 2019

Dipimpin oleh Roh Allah

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Galatia 5:16

SIAPA YANG MEMIMPIN HIDUPMU?

Simson seorang yg perkasa sebagai nazir Allah hidupnya berakhir dengan sangat memilukan/tragis.
Simson yg diberi kekuatan phisik yg hebat sehingga ditakuti lawan2nya, pada akhir hidupnya kehilangan segala galanya.

Hidupnya yg semula ditakuti bahkan dipuja harus diakhiri dengan terhina luar biasa, menjadi bahan permainan dan ejekan dari orang2 disekitarnya.

Supaya hidup kita tidak berakhir seperti Simson, kita harus berhati hati dalam menjalani hidup ini.
HIDUP KITA SEHARUSNYA DIPIMPIN OKEH ROH, BUKAN OLEH DAGING KITA
Jangan hidup kita seperti orang2 yg tidak mengenal Tuhan, mengikuti keinginan dagingnya.

Kita memang beda dan harus beda dengan dunia ini.
Dunia hidup dalam keinginan daging. Keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.
Jika kita tidak menundukkan pikiran dan hati kita pada keinginan Kristus, maka kita tidak akan pernah berhasil menundukkan keinginan daging.

Kita akan kesulitan melakukan yg baik, malah sebaliknya kita akan terus menerus melakukan yg jahat, keinginan daging.
Perasaan kita menjadi tumpul sehingga kita menyerah kepada keinginan daging.

JADI APA YG HARUS KITA LAKUKAN ?

Belajarlah dari Daud.

Daud berdoa seperti berikut ini :
“Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu,
sebab Engkaulah Allahku!
Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku
di tanah yang rata!”
Mazmur 143:10

RELAKAN HIDUP KITA DIPIMPIN OLEH ROH ALLAH

24 April 2019

Mengapa Engkau Tertekan Hai Jiwaku

Dibutuhkan iman dan kerendahan hati yang besar untuk percaya dan mengandalkan Tuhan ketika anda sedang tertekan.

Mazmur 43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Raja Daud tahu bagaimana rasanya diserang secara emosional, verbal dan secara fisik, hidup ini bukan hanya sekedar perjalanan namun sebuah perjuangan, bagaimana seorang bayi yang mau keluar dari rahim ibunya, dia harus berjuang dan bekerja sama dengan sang ibu agar bisa lahir.

Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

Ketika anda tidak mengerti, anda merasa terserang, lalu anda tertekan, padahal anda sedang berjuang untuk kesehatan, untuk pekerjaan, untuk kewarasan, untuk harga diri, hanya satu pesan Tuhan, berserah kepadaNya lalu andalkan Dia untuk mengambil alih segalanya maka anda akan hidup dan kuat selamanya.

Filipi 1:29-30 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Segala penderitaan, tekanan yang menekan kita tidak akan pernah bisa membinasakan hidup kita, ketahuilah semua perkara ini tidak akan pernah bisa merenggut berkat Tuhan dari hidup kita, jadilah orang yang kuat dan setia.

Mazmur 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Haleluya.....inilah berkat yang terbesar dalam hidup kita, ditengah tengah penderitaan dan pergumulan kita, Dia mengurapi kita semua dengan urapan Kasih yang memberi kita kekuatan dan ucapan syukur.

23 April 2019

Ganjaran Tuhan

“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Ibrani 12:11

Penderitaan telah menjadi bagian dari kehidupan Yusuf.

Hampir separuh dari umurnya, penderitaan tidak pernah bergeser dari hidupnya.

Jika kita mencermati hidup Yusuf, kita akan terkesima, begitu hebat penderitaannya.

Peristiwa demi peristiwa yg dialaminya ternyata tidak terjadi secara kebetulan, tetapi direncanakan oleh orang2 yg dekat dengannya.

Memang tidak ada tempat yg aman didunia ini, kecuali jika kita hidup didalam Dia.
Sehebat apapun masalah yg menimpa kita, Tuhan tetap yg memegang kendali atas hidup kita.
Didalam Tuhan selalu ada harapan, seperti yg tertulis dlm 2 Korintus 4:6
“Dari dalam gelap akan terbit terang!"

Yusuf bukan lagi Yusuf yg manja, yg mengenakan pakaian yg berwarna warni pada saat ia tinggal bersama orang tua yg mengasihinya.
Yusuf dalam kepahitan hidupnya, kini mengenakan pakaian yg kotor dan lusuh.
Yusuf tidak lagi hidup dalam kemanjaan, melainkan memasuki lorong gelap.
Yusuf tidak pernah kecewa apalagi putus asa. Ia membiarkan dirinya ditarik oleh Tuhan hingga batas kemampuannya.

Yusuf percaya Tuhan punya rencana besar atas masa depannya.
Ketika ia hidup dirumahnya, Yusuf mendapat tugas mengantar makanan buat kakak2nya dipadang.
Ketika ia dirumah Potifar, Yusuf bertugas memelihara seiisi rumah majikannya.
Bahkan pada saat ia didalam penjara, ia mengatur segala sesuatu yg dibutuhkan oleh para tahanan lainnya.

Pada akhirnya, puncaknya, ketika Yusuf menjabat sebagai Raja Muda, ia mengatur kehidupan seluruh bangsa.

JENJANG KEHIDUPAN YG LUAR BIASA.
PERJALANAN KEHIDUPAN YG SANGAT MENAKJUBKAN.
PASTI DAN SEMUA SUDAH DIATUR OLEH TUHAN YG DIPERCAYAINYA.
KETIKA SESUATU TERJADI ATAS HIDUP KITA, YAKINLAH TUHAN PUNYA RENCANA BESAR ATAS HIDUP DAN MASA DEPAN KITA.
SEPERTI TUHAN MERENCANAKAN DAN MENGATUR HIDUP YUSUF, BEGITU JUGA DIA MERENCANAKAN DAN MENGATUR HIDUP KITA.
GANJARAN YG KITA ALAMI AKAN MENGHASILKAN BUAH KEBENARAN YG AKAN MEMBAHAGIAKAN KITA KELAK.

22 April 2019

Tuhan ingin kita memiliki Tanggung Jawab

Tuhan ingin kita memiliki Tanggung Jawab.
"Tuhan mau kita memiliki tanggung jawab yang radikal atas waktu, tenaga dan uang yang diberikan pada kita, berbagilah! sebab semuanya itu bukanlah untuk kesenangan kita pribadi.

Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Melupakan Tuhan bisa kapan saja, dimana saja dan dilakukan oleh siapa saja, termasuk pula setiap kita yang mengaku percaya, kita begitu mudah terlena dan lalai atas segala hal yang dititipkan Tuhan dalam hidup ini.

Ulangan 8:9-10 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga, dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.

Janji Tuhan selalu "ya dan amin", ketahuilah kejatuhan orang percaya bukanlah ketika mereka sedang hidup miskin dan menderita, namun ketika mereka sedang dipenuhi oleh berkat berkat Tuhan.

Bilangan 11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?

Berapa banyak orang yang mengaku percaya pada Tuhan hidupnya tidak pernah bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan, mereka memiliki nafsu rakus yang tidak pernah puas puasnya mengejar harta dan kekuasaan.

Roma 14:7-8 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Hiduplah hanya untuk Tuhan, muliakan Tuhan dengan segala yang kita miliki.

Filipi 4:11-12 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Stop dan katakan cukup! Mulai hari ini aku hendak memuliakan Tuhan dengan waktu, tenaga dan uang yang Tuhan titipkan pada kita selama hidup ini.