Pages

05 July 2013

Harlem Shake

Renungan Harian - Keluaran 15 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. 21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Setelah popularitas Gangnam Style "mulai pudar", muncul sebuah tarian baru yang sedang ramai dikalangan kaula muda, yaitu Harlem Shake. Tarian ini dilakukan tidak seperti "biasanya" karena tidak ada pola yang harus diikuti melainkan semua orang bebas melakukan gerakan mereka masing. Tidak ada harmonisasi gerakan, dan gerakan-gerakannya cendrung tidak wajar dan bahkan gila atau sensual. 

Bagaimanakah kita seharusnya memandang tarian? tarian bukanlah sekedar sebuah performance untuk menghibur atau kesenangan tertentu. Tarian justru sebuah performance untuk memuliakan Allah. Setelah Tuhan menolong umat-Nya Israel dari kejaran tentara Mesir dengan menenggelamkan mereka (ayat 19), Miryam tampil untuk menari-nari dan menyanyikan pujian bagi Tuhan. Tarian diterima Tuhan sebagai persembahan untuk menyenangkan Dia. sebab itu, sangat penting bagi kita untuk menari dengan benar karena jikalau tarian itu bukan untuk Tuhan maka sudah pasti iblislah yang menerimanya.

Roma 12:1-2 mengatakan agar kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada-Nya, termasuk tarian-tarian kita, dan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini dan segala keinginannya yang bertentangan dengan Tuhan. Dunia boleh terserang "virus" Harlem Shake tetapi anak-anak Tuhan sedikitpun tidak boleh menjadi sama dunia ini. Anak-anak Tuhan tidak boleh mencintai apa yang dari dunia ini karena itu berarti permusuhan dengan Tuhan. (Yak 4:4) Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 

 LEBIH DARI SEKEDAR MENARI, MULIAKANLAH TUHAN DENGAN TARIANMU