Pages

25 April 2014

Menjadi Asin Di Tengah Dunia Yang Tawar

Menjadi Asin Di Tengah Dunia Yang Tawar 

Matius 5 : 13 13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Yesus berkata bahwa kita adalah garam dunia. Garam berperan penting dalam kehidupan, menciptakan rasa haus, memberi rasa, juga mencegah pembusukan. Seperti garam, kita menciptakan rasa haus kepada orang-orang di sekeliling kita untuk mengenal Tuhan, merasakaan kebaikan Tuhan dan mencegah pembusukan moral terjadi.

Dalam arti, porsinya tidak terlalu banyak namun ia berdampak. Jangan memandang karena kita orang biasa, bukan seseorang yang cukup dikenal maka tidak bisa menjadi dampak. Demikian juga dengan kita, tidak perlu menonjol, namun hidup kita harus dampat berdampak kepada orang-orang di sekeliling kita. Lagi pula yang harus ditinggikan adalah nama Yesus, bukan nama kita.

Demikian juga dengan kita, jangan eksklusif hanya di kalangan anak Tuhan saja, karena kita Tuhan utus untuk memberitakan kasih-Nya kepada mereka yang belum mengenal Dia.

 Kitalah garam dunia, ditentukan untuk berdampak dan memberikan rasa dalam dunia dalam kondisi tawar.