Pages

03 November 2014

Kaya atau Miskin

Kaya atau Miskin? 

Sebuah kesalahan gereja Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? (Yakobus 2:1-4)

Sebagai jemaat, saya sering sekali memperhatikan bagaimana gereja menyambut setiap orang yang masuk ke dalam gereja. Sebagai seorang pelayan atau pemimpin dalam jemaat, saya juga memperhatikan bagaimana seseorang itu diperlakukan. Tidak sedikit saya memperhatikan gereja akan lebih "bersemangat" menyambut orang yang datang dengan mobil mewah, mempersilahkannya duduk ditempat terbaik dan setelah persembahan diberikan, minggu depan orang itu akan lebih diperhatikan karena amplop persembahannya minggu lalu berjumlah sangat besar. Sementara yang datang dengan pakaian sederhana, datang dengan hanya motor bebek yang sudah tua dan amplop persembahan yang tidak lebih dari Rp 10,000,- akan disambut dengan senyum seadanya.

Tentu hal ini akan sangatlah ironis sekali karena Tuhan sudah memperingatkan hal ini bahwa kita tidak boleh melayani orang dengan terlebih dahulu orang itu kaya atau miskin. Sangat menyedihkan juga bila pemimpin yang diangkat adalah karena melihat status ekonomi mereka. Memang gereja membutuhkan dana besar untuk operasionalnya tetapi bukan berarti harus menganggat orang yang kaya itu untuk naik dalam kepemimpinan gereja. Tanpa disadari hal in sesungguhnya adalah jahat dimata Tuhan bahkan Yakobus 2:9 mengatakan "Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran." Ini adalah sebuah dosa.

Gereja harusnya menerima semua orang dan melayani semua orang tanpa melihat harta kekayaan mereka. Gereja harusnya mengangkat pemimpin-pemimpin berdasarkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka dan bukan karena harta kekayaan mereka. Tuhan Yesus sendiri selama pelayanannya di muka bumi ini, jelas sekali bahwa Tuhan melayani semua orang, semua kalangan tanpa memberikan perhatian yang berbeda-beda. Jadi janganlah orang kaya itu segera dikunjungi dan dilayani bila mengalami sakit sementara yang miskin itu tidak pernah dikunjungi bahkan sampai kembali ke liang kubur.

Apakah senyum, salam, berkat dan pelayananmu sama terhadap yang miskin dan kaya?