Pages

18 December 2014

Bersiap Menyambut Kedatangan Mesias

Bersiap Menyambut Kedatangan Mesias
(Markus 1:1-8) “Hei guys, bertobatlah! Bertobatlah!” Inilah seruan Yohanes Pembaptis yang paling menggema di seluruh padang gurun (ay. 4).

Kali ini Yohanes tidak bosan dan tidak ada lelahnya untuk menyampaikan seruannya kepada semua orang agar mereka semua mempersiapkan diri dalam rangka menyambut kedatangan seorang yang istimewa. Kedatangan tamu istimewa ini melebihi hebohnya para artis, karena yang datang bukan hanya seorang artis tetapi Ia adalah Juruselamat, yakni sang Mesias, Putra Tunggal Allah. Yohanes menyerukan agar masa-masa penantian ini diisi dengan sikap hati yang mau meninggalkan segala dosa dan berbalik kepada Allah.

Namun sayangnya, persiapan yang hakiki seperti ini seringkali dilupakan oleh kita-kita yang katanya ngaku jadi orang Kristen, yang katanya ngaku pengikut Kristus. Karena yang terjadi adalah tidak sedikit orang Kristen justru repot ini itu sama diri mereka sendiri. Kita justru repot ini itu untuk mempersiapkan berbagai hal yang sebenarnya tanpa perlu merepotkan ini itu, Natal pun tidak kehilangan makna, dan dengan repot ini itu, Natal pun tidak menjadi lebih bermakna.

Coba kalian pikir-pikir, apa aja sih yang biasanya kita repotkan dan kita sibukkan ketika menjelang hari Natal? Mulai dari beli pernak-pernik Natal untuk hiasan pohon Natal, rumah, gereja, dlsb. Kita juga sibuk pasang pohon Natal, beli baju baru, putar lagu-lagu Natal, beli hadiah Natal buat tukar kado atau kasih someone special. Mungkin ada juga yang sudah sibuk buat kue dan lain sebagainya. Alhasil tidak jarang kita semua akhirnya mengabaikan persiapan yang terpenting dan paling hakiki, yaitu pertobatan dari segala dosa kita. Seruan yang Yohanes Pembaptis sampaikan adalah seruan yang sangat sederhana namun mendalam serta penuh arti. Seruan untuk bertobat juga merupakan inti dari pengajaran Tuhan Yesus. Pertobatan yang dimaksud bukanlah sekadar perubahan dari jahat menjadi baik, bukan sekadar tidak melakukan kejahatan secara moral, tetapi pertobatan secara holistic, pertobatan yang sifatnya menyeluruh.

Guys, pertobatan seperti ini hanya dapat terjadi ketika seseorang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan sang Kristus itu sendiri. Mereka yang sudah mengalaminya akan menyadari sepenuhnya bahwa yang memiliki kehidupan mereka adalah Kristus. Sehingga dengan pertolongan Roh Kudus mereka akan senantiasa berjuang meninggalkan jalan orang fasik dan menanggalkan manusia lama mereka.

Seruan “Bertobatlah!” adalah sebuah seruan yang seharusnya kita responi dengan positif. Inilah persiapan terbaik yang dapat kita lakukan, bukan hanya untuk menantikan perayaan kelahiran Tuhan Yesus di hari Natal, namun terutama untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Karena itu, bertobatlah karena Kristus akan segera kembali! Maranatha! (DM)