Pages

19 December 2014

Menanti dengan Tidak Menjadi Lengah

Renungan Harian - Biasanya anak muda jaman sekarang yang habis patah hati punya quote favorite seperti Life must go on. Meski kita harus berpisah, meski hubungan ini harus berakhir, tapi hidup harus tetap gue jalani.

Guys, frasa seperti ini adalah sebuah peribahasa yang sering dipakai dalam kehidupan banyak orang termasuk orang percaya. Banyak orang Kristen menjalani hidup dengan ringan dan santai seperti tanpa ada beban kehidupan. Namun kalau mau ditelusuri lebih lanjut sebenaranya mereka tetap hidup berkubang dalam lumpur dosa. Kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan yang semakin bertumbuh melainkan kehidupan yang mengalami stagnasi karena terus berputar-putar di jalan orang fasik. Hidup mereka sepertinya mengalami kemajuan padahal mereka sedang jalan ditempat dan terus menerus berputar di dosa itu-itu saja.

Karena yang terjadi mereka tidak meresponi setiap Firman yang diberitakan dengan positif. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Dan manusia memang seringkali lupa bahwa hidup ini hanya sekali dan tidak ada pengulangan untuk setiap hal yang pernah kita lakukan.

Guys, dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, Markus mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga. Ia menasihati kita agar terus menerus berjaga-jaga karena tidak seorangpun mengetahui kapan Tuhan akan datang (ay. 33). Sekalipun mungkin saja pergerakan sejarah dunia dan berbagai fenomena alam memberikan petunjuk bahwa Kristus akan segera datang, apalagi begitu banyak orang suka menafsirkan kapan kiamat dan kapan Tuhan Yesus datang, namun kedatangan-Nya tetap tidak bisa dipastikan. Hanya satu yang tentu: Ia pasti datang!

Karena itu dalam masa penantian ini, kita diajak untuk tidak menjadi lengah dengan tetap hidup sesuai tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita selaku para pengikut Kristus (ay. 35-36). Ketika kita sudah mengetahui begitu banyak perintah dan firman-Nya, maka kita juga dituntut untuk menjadi para pelaku firman-Nya dengan setia. Guys, menantikan kedatangan Tuhan bukanlah penantian pasif yang diwarnai oleh leha-leha dan hidup yang berkubang dalam dosa. Menantikan kedatangan Kristus adalah penantian yang proaktif yang dirembesi oleh sikap hati yang penuh dengan kewaspadaan. Alhasil guys, hidup kita di masa penantian ini adalah hidup yang seturut dengan kehendak Bapa, yakni menghidupi setiap firman-Nya.

Kiranya setiap kita senantiasa berjaga-jaga agar tetap siap selama menantikan kedatangan Tuhan Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita, yang kedua kalinya. Sehingga ketika waktu-Nya tiba, dengan bangga Tuhan akan berkata kepada kita, “Hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (DM)