Pages

22 December 2014

Menyaksikan Terang Kristus

Menyaksikan Terang Kristus

(Yohanes 1:6-8, 19-28)

Guys, tahu ga sih?! Waktu pelayanan nabi Maleakhi selesai di Perjanjian Lama, maka itu menjadi tanda dimulainya masa hening. Masa hening ini disebut oleh para sarjana sebagai masa 400 tahun sunyi (400 silent years). Jadi dalam masa-masa ini Tuhan seolah-olah meninggalkan ciptaan-Nya. Firman-Nya yang biasanya diserukan oleh para nabi-Nya tak lagi terdengar. Karena yang ada hanyalah kesunyian belaka.

Namun, kini tampilah sosok eksentrik yang penuh kharisma dan menyerukan pertobatan. Suara dan kharismanya sontak menggetarkan jagad Israel. Suaranya bagai oase di padang gurun, bak magnet yang menyedot khalayak ramai datang kepadanya. Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak yang menduga bahwa ialah Mesias yang sedang dinanti-nantikan. Jujur saja guys, Yohanes Pembaptis tidak sedikitpun memiliki motivasi untuk mencuri kemuliaan Allah. Bahkan di dalam kesempatan yang sangat baik baginya untuk menjadi tenar, ia berkata “Aku membaptis (hanya) dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang kamu tidak kenal… Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (ay. 26-27). Guys, pernyataan Yohanes Pembaptis mendeskripsikan betapa hina dirinya sehingga pekerjaan yang paling kasar sekalipun - seperti membuka tali kasut yang biasa dilakukan oleh seorang hamba, bahkan ini pun tidak layak untuk dilakukan oleh Yohanes Pembaptis terhadap Mesias yang sedang dinantikan. Tugas Yohanes hanyalah mempersiapkan jalan bagi-Nya dan bersaksi tentang Sang Terang yang sesungguhnya. Yohanes adalah figur yang bersedia untuk mengundurkan diri dari arena ketenaran supaya Kristus semakin tampak jelas. Baginya “Kristus harus makin besar, tetapi ia harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

Guys, kita kembali diingatkan untuk meneladani sikap Yohanes Pembaptis yang dengan setia menyaksikan Sang Terang di dalam kehidupannya. Menyaksikan terang Kristus berarti menyadari bahwa orang harus melihat, mengenal dan mengarahkan diri bukan kepada si pembawa berita, melainkan kepada isi berita tersebut, yakni Kristus itu sendiri. Menyaksikan terang Kristus juga berarti menjadi saksi Kristus yang memancarkan kemuliaan Allah di dalam kehidupannya. Bersama-sama dengan Yohanes, kiranya kita dimampukan untuk mengatakan dan menghayati, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (DM)