Pages

25 December 2014

Natal adalah Keselamatan


Keselamatan

Apakah Keselamatan Itu?

Keselamatan adalah Kehidupan kekal yang akan kita terima setelah kehidupan di bumi ini berakhir

Setiap manusia pasti akan diperhadapkan pada kenyataan akhir manusia yaitu sorga dan neraka. Manusia hidup sampai berumur 80-120 tahun setelah itu kehidupannya berakhir. Namun kita tidak dapat menentukan akhir sesuai dengan kehendak kita. Pilihannya hanya antara sorga dan neraka. Setiap orang yang berdosa dan tidak bertobat, sudah pasti akan berakhir kekal di neraka. Untuk menghindari neraka yang penuh dengan penyiksaan kekal, kita butuh keselamatan sehingga kita tidak akan berakhir di neraka tetapi di sorga, disinilah kehidupan kekal kita jalani.

Bagaimanakah saya dapat diselamatkan?

Keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus sehingga segala janji keselamatan di luar Yesus Kristus sudah pasti keselamatan palsu.

Sejak awal manusia telah mencoba untuk memperoleh keselamatan. Adan dan Hawa juga berusaha untuk memperoleh keselamatan dengan mengambil kulit binatang untuk menutupi keberadaannya yang berdosa. Akhirnya manusia harus mempersembahkan korban bakaran untuk menebus dosa mereka. Domba jantan yang tidak bercacat dan bercela dijadikan korban untuk penebusan dosa. Darah binatang tercurah untuk penebusan itu. Namun sesungguhnya darah binatang itu tidaklah sempurna. Sebab itu manusia harus secara terus menerus mengadakan korban untuk penebusan dosa manusia sampai akhirnya Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia. Yesus menjadi korban yang sempurna untuk penebusan dosa manusia. Darahnya dicurahkan untuk menyucikan segala dosa dan kejahatan manusia. Tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan karena hanya Yesus saja yang dapat menjadi korban penebusan dosa yang sempurna bagi seluruh umat manusia. Apa yang Yesus lakukan dilakukan di kayu salib adalah satu kali untuk selama-lamanya.

Mengapa Yesus harus turun ke dunia untuk menyelamatkan?

Manusia (Adam dan Hawa) telah memberikan segala kuasa di bumi kepada Iblsis sehingga kuasa itu harus diambil kembali oleh Tuhan dalam rupa manusia

Tuhan itu adalah Tuhan yang penuh kasih tetapi Dia juga Tuhan yang adil. Hal ini harus membuat kita mengerti bahwa ketika manusia itu berdosa, kasih Tuhan tidak dapat serta merta mengampuini manusia itu dan membuat segala sesuatunya seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Hal ini dikarenan Tuhan itu adil. Keadilan-Nya membuat Tuhan harus menyelasaikan permasalah dosa ini sesuai dengan keadilan-Nya. Manusia itu, yaitu Adam dan Hawa, telah menyerahkan kunci kerajaan di bumi kepada iblis sehingga Tuhan harus merebut kembali kunci itu dalam rupa manusia. Inilah keadilan Tuhan.