Pages

24 December 2014

Orang Majus dari Timur

Renungan Harian - Salah satu karakter dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus adalah orang majus yang datang dari timur. Mengenai siapa mereka sesungguh menjadi cukup penting untuk diketahui karena mereka datang dari jauh sekali hanya untuk menyembah Dia, "bayi" Yesus.

(Matius 2:11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Alkitab tidak menjelaskan siapa mereka sesungguhnya, dari mana mereka datang, dan bagaimana mereka bisa mengetahui dan mengakui kelahiran 'Raja orang Yahudi' ini dan bahkan sujud menyembahNya. Para teolog bahkan menyebutkan bahwa nama mereka adalah Casper, Balthazar, dan Melchior. Walaupun sesungguhnya tidak ada indikasi bahwa mereka hanya bertiga saja karena pada umumnya jumlah mereka didasarkan pada tiga jenis persembahan kepada Yesus.

Kedatangan mereka yang disambut oleh Herodes mengindikasikan bahwa mereka bukanlah orang biasa-biasa. Tidak mungkin orang biasa bisa datang menghadap raja. Karena bila hanya untuk mengetahui maksud dan tujuan orang Majus tersebut, Herodes bisa memerintahkan pejabatnya untuk menginvestigasi hal ini. Namun sekali lagi kitab Matius ini tidak memberikan penjelasan apapun orang majus ini. Matius hanya mengatakan bahwa mereka datang dari timur.

Dimanakah timur itu? tentu ini harus mengacu pada peta zaman perjanjian baru. Para teolog mengatakan mereka datang dari Eitophia. Orang majus atau dalam bahasa Inggris "Magi" adalah orang-orang yang mempraktekkan ilmu astrologi dan astronomi. Namun mereka juga terlibat dalam praktek-praktek okultisme/sihir; sebab itulah kita dapat istilah magic/magician, dari kata "Magi."

Bagaimana mereka bisa menjadi orang yang mempercayai lahirnya seorang "Raja Yahudi?" Sekali lagi kitab Matius tidak memberikan penjelasan apapun tentang hal ini. Namun ada beberapa bagian dalam sejarah yang sesuai dengan alkitab yang mungkin bisa menjadi petunjuk bagaimana orang-orang majus ini bisa datang untuk menyembah Raja Yahudi.

Adalah Daniel dalam pembuangan di Babilonia yang mungkin menjadi pengaruh besar di timur. Pada saat Nebukadnesar bermimpi dan semua orang bijaknya/wiseman/the magi gagal untuk menjelaskan dan mengartikan mimpi tersebut, Daniel tampil untuk menjelaskan dan mengartikan mimpi raja. Daniel juga memohon untuk tidak menghukum para orang pintar/wiseman/the magi tersebut karena telah gagal untuk menjelaskan dan mengartikan mimpi raja. (Daniel 2:24)

Hal ini, membuat Daniel menjadi sangat terpandang dan mendapatkan hormat dari para orang/wiseman/the magi yang ada di kerajaan Nebukadnesar dan karena Daniel juga diangkat menjadi pemimpin mereka (Daniel 2:48). Daniel sepertinya memberikan pengaruh kepada mereka dengan mengajarkan nubuat-nubuat tentang Mesias/Raja Yahudi kepada mereka karena mereka memang sesungguhnya adalah penyembah monoteisme sehingga tidak sulit bagi mereka untuk mengadaptasi apa yang Daniel ajarkan tentang Allah yang Esa dan kedatangan Mesias. Perlu dicatat bahwa ketika para pejabat berkomplot untuk menjatuhkan Daniel, orang-orang pintar/wiseman/the magi, tidaklah termasuk dalam persekongkolan tersebut. Daniel 6:4-9. Persembahan yang mereka berikan juga adalah sebuah makna profetik tentang Yesus. Emas, kemenyan dan mur berbicara tentang jabatan Yesus yaitu Raja, Imam dan Penyelamat. Emas=raja, kemenyan=iman, mur=untuk kematian/menyelamatkan.

Catatan Penting untuk menjadi bahan refleksi
  1. Sejak diajarkan Daniel, the magi/orang majus tersebut terus menurunkan ajaran nubuat ttg mesias dari generasi ke generasi hingga akhirnya kelahiran Mesias.
  2. Perjalanan yang sangat jauh (kemungkinan 3,5 thn perjalanan) tidak menghambat mereka untuk datang dan mempersembahkan dan menyembah Yesus.
  3. Diperingatkan melalui mimpi untuk mengambil jalan lain, mereka mentaati penyataan Tuhan dalam hidup mereka.
  4. Mereka tidak hanya datang untuk menyembah, tetapi juga memberikan persembahan yang terbaik.