Pages

14 January 2015

Biasa berdoa dan memuji

Biasa berdoa dan memuji

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Daniel 6:11

Renungan Harian - SabdaNya
Sebuah perintah yang tidak masuk akal telah diajukan para lawan politik Daniel demi menjatuhkan dia. Karena mereka tidak dapat menemukan satu kesalahan maupun kelalaian yang dilakukan Daniel kecuali dalam hal ibadanya kepada Tuhan mereka sepakat membuat sebuah undang-undang agar tidak seorangpun dapat membuat permohonan baik kepada dewa maupun manusia kecuali kepada raja Darius. Dalam sebuah kerajaan baik besar maupun kecil, sesungguhnya ini adalah undang-undang yang tidak masuk akal untuk disteujui tetapi raja Darius akhirnya mengesahkannya.

Daniel tidak tahu menahu tentang undang-undang ini dan tidak perduli dengan hukuman dilemparkan ke dalam goa singa karena Daniel tetap beribadah kepada Allah. Tidak perduli dengan goa singa ia tetap berdoa dan memuji Allah sepeti yang biasa dilakukannya. Daniel memang akhirnya dia masukkan ke dalam goa singan tetapi Allah melindunginya sehingga singa-singa itu hanya dapat menatap Daniel dengan nafsu laparnya tetapi geram sendiri karena tidak dapat menyentuhnya.

Allah melepaskan Daniel dari goa singa itu karena dia tetap beribadah seperti yang biasa dilakukannya. Ancaman atau keadaan apapun tidak dapat menghentikan Daniel untuk tetap beribadah seperti yang biasa dilakukannya. Bukankan seringkali kita tidak setia dengan ibadah kita? Ketika keadaan hidup kita tidak baik, kita mulai melupakan Tuhan. Ketika ancaman datang menyerang hidup kita, kita akhirnya berhenti beribadah? Daniel tetap berdoa seperti yang biasa dilakukannya dan ancaman tidak menghentikan dia untuk beribadah maka demikianlah seharusnya ibadah kita kepada Tuhan.

Apakah kita tetap berdoa seperti yang biasa kita lakukan? Atau justru meninggalkan Tuhan dan kita tidak terbiasa beribadah? Jadikalan doa dan seluruh ibadah sebuah kebiasaan