Pages

05 January 2015

Hukum yang mustahil

Hukum yang mustahil 

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Yakobus 2:10 

Bangsa Israel yang telah lama hidup dalam perbudakan di Mesir benar-benar kehilangan berbagai pengetahuan tentang Tuhan. Bahkan hidup mereka jauh dari nilai-nilai kebenaran sehingga ketika mereka keluar dari Mesir, Tuhan memberikan hukum-hukumNya agar mereka mengenal seperti apa Tuhan itu. Di dalam 10 hukum taurat yang diberikan itu tergambar natur Allah dan kehendak Allah atas hidup mereka. Ada hukuman atas pelanggaran hukum taurat yang telah diberikan. Sepanjang zaman perjanjian lama, kehidupan orang Israel ditentukan oleh hukum taurat itu.

Melihat fakta kehidupan orang-orang Israel yang menghidupi hukum taurat itu, mereka selalu gagal menjalankan hukum itu sesuai dengan standarnya Tuhan. Banyak dari umat Israel keluar dari Mesir itu akhirnya mati karena gagal menjalankan hukum yang telah Tuhan berikan. Bahkan yang masuk ke tanah perjanjian adalah generasi baru yang lahir selama perjalanan mereka keluar dari Mesir. Hanya Yosua dan Kaleb yang tinggal dari generasi Mesir itu.

Apakah sekarang kita masih menghidupi hukum taurat itu? Ya, tentu saja. Tetapi keselamatan kita tidak lagi ditentukan dari berhasil atau tidaknya kita melakukan hukum taurat itu. Karena sesungguhnya kita harus melakukan seluruh hukum itu secara sempurna dan pelanggaran terhadap satu hukum saja adalah sama dengan pelanggaran terhadap seluruh hukum. Jadi bila keselamatan kita adalah karena melakukan hukum, maka sama seperti orang Israel ketika itu, kita juga pasti akan binasa diperjalanan kita. Oleh kasih karunia kita diselamatkan tetapi hukum itu menjadi buah dari pertobatan kita. Hukum itu menjadi panduan bagaimana kita harus sebagai orang-orang yang telah diselamatkan. Hukum itu menjadi nilai-nilai kehidupan yang harus tampak sebagai orang yang telah ditebus dan dipulihkan.

Hukum membinasakan, Kasih Karunia menghidupkan