Pages

06 January 2015

Iman tanpa Perbuatan

Iman tanpa Perbuatan

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Yakobus 2:26


Semua orang Kristen tahu dan percaya bahwa orang benar itu hidup oleh iman. Namun celakanya, tanpa disadari kita merasa kita adalah orang yang beriman tetapi nyatanya kita tidak memiliki iman. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Kita percaya bahwa Tuhan itu adalah sumber ilmu pengetahuan, tetapi nyatanya kita tidak belajar untuk mendapatkan pengetahuan itu. Kita percaya bahwa Tuhan itu adalah penyembuh, tetapi kita melakukan yang bertentangan dengan hukum tubuh kita. Kita makan dengan sembarangan dan tidak menjaga kesehatan kita. Kita percaya bahwa Tuhan adalah sumber berkat ekonomi kita, tetapi kita hanya banyak berdoa tanpa mulai bekerja.

Untuk sebuah keselamatan, memang iman kita hanya iman untuk percaya bahwa kita diselamatkan dan tidak perlu perbuatan. Tetapi untuk pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, iman itu haruslah iman yang berbuat. Yakobus 2 mengatakan bahwa jika kita beriman tetapi tidak bertindak atas iman itu, maka sesungguhnya kita ini seperti manusia tanpa roh. Bayangkan seorang lelaki tiba-tiba berjalan tetapi dia tanpa rohnya lagi? Saya yakin banyak orang akan lari ketakutan karena telah melihat hantu. Seorang manusia yang tanpa roh tidak dapat berbuat apa-apa karena mereka memang sesungguhnya telah mati. Dan sesuatu yang mati, apapun itu, tidak akan dapat menghasilkan apapun.

Mempercayai Tuhan yang besar dan yang sanggup melakukan segala perkara yang ajaib dalam hidup kita itu adalah modal awal, namun selanjutnya kita harus bertindak atas iman itu karena tanpa iman sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan itu tidak berkenan kepada Allah. Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Dan karena tidak bekenan kepada Allah maka Allah tidak dapat menyatakan kasih dan kuasaNya atas apa yang kita imani.

Iman adalah seperti sebuah gigi bagi kendaran dan perbuatan adalah seperti pedal gas. Tanpa menekan pedal gas, mobil tidak akan melaju dengan kencang. Bila gigi hanya di gigi satu, seberapa kuat pun pedal gas diinjak mobil juga tidak akan melaju dengan kencang. Masuk sampai top gear dan injaklah pedal gas yang dalam, maka mobil akan melaju dengan sangat kencang. Itulah gambaran iman dan perbautan.

Kekristenan yang benar tidak hanya sekedar percaya kepada Yesus Kristus tetapi juga melakukan dan menerapkan setiap kebenaran Firman Allah tersebut dalam kehidupan setiap hari. Alkitab mengatakan bahwa "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelakuk Firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri" (Yakobus 1:22).