Pages

04 January 2015

Kisah si orang kaya

Kisah si orang kaya

Matius 19:16-26

Adakah yang salah dengan menjadi orang kaya? tentu saja tidak ada salahnya untuk menjadi kaya karena Tuhan sendiri berjanji bahwa berkat Tuhan menjadikan kaya.

Amsal 10:22 Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.
Sekali lagi sangat jelas bahwa Tuhan memang rindu untuk memberkati umat-Nya untuk menjadi kaya. Bahkan usaha apapun diluar Tuhan justru tidak akan menambah kekayaan itu, hanya oleh karena Tuhan saja.

Namun apa yang terjadi dengan si orang kaya dalam Matius 19:16-26? Mengapa dikatakan bahwa orang kaya sulit untuk masuk kedalam kerajaan sorga? Bila kita perhatikan perkataan orang kaya ini, dia adalah orang kaya telah melakukan seluruh hukum Tuhan. Dia tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta. Dia juga menghormati ayah dan ibunya, mengasihi sesama manusia. (ayat 20).

Atas seluruh hukum Tuhan, orang kaya ini berkata  "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"

Dapatkah kita berkata kepada Tuhan "semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang kurang?" mungkin saja ia, tetapi mungkin juga tidak. Tetapi orang kaya bertanggung jawab dengan perkataannya, dengan percaya diri yang tinggi dihadapan sang guru dia menyatakan bahwa ia telah melakukan semua perintah Allah, semua hukum taurat. Mungkin juga diberharap Tuhan Yesus akan kagum padanya dan memuji dia atas perbuatannya yang sesuai dengan hukum Tuhan. Tetapi ternyata TIDAK!!!

Satu hal saja yang diajukan Tuhan Yesus atas "prestasinya" melakukan segala perintah Allah, yaitu memberi dari harta kekayaannya. Di ayat 21 Tuhan Yesus menjawab dia:

Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Atas semua "prestasinya", Tuhan Yesus melihat satu lagi yang perlu untuk dilakukan yaitu memberikan kekayaannya untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Tuhan Yesus ingin menyampaikan pesan bahwa harta disorga itu menjadi hal utama dibandingkan dengan harta didunia ini. Tetapi si orang kaya itu merespon dengan sangat kecewa. Dia berharap mendapat pujian dari sang guru tetapi dia justru diminta untuk memberikan hartanya bagi orang-orang miskin. Hal ini menjadi sangat berat bagi si orang kaya karena sangat banyak hartanya.

(22) Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Anehnya, dalam kisah ini, si orang kaya tidak mempertanyakan apapun kepada Tuhan Yesus tetapi segera pergi setelah mendengar perkataan Yesus itu. Seluruh hukum Tuhan sudah ia "taklukkan" tetapi ternyata "dompetnya belum bisa dia taklukkan".

Apakah Tuhan Yesus benar-benar meminta si orang kaya itu untuk memberikan seluruh hartanya kepada orang-orang miskin? munkin saja ia, tetapi mungkin juga tidak. Mungkin saja Tuhan Yesus ingin mengetahui dimana hati si orang kaya ini. Apakah hatinya bagi Tuhan Yesus atau bagi hartanya karena

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Jelaslah sekali yang utama bagi Tuhan Yesus adalah hati kita. Apakah hati kita bagi harta kita atau bagi Tuhan saja.
Banyak orang-orang yang telah mengalami kesembuhan dari Tuhan Yesus ingin mengikut Yesus dalam pelayanan-Nya, dalam perjalanan-Nya, tetapi Tuhan Yesus "menolak" mereka dan meminta mereka untuk pergi menjadi saksi atas kesembuhan mereka. Sangat berbeda dengan orang kaya ini, kepada orang kaya ini Tuhan Yesus justru menawarkan posisi itu, posisi untuk mengikuti perjalanan Yesus. Tetapi akhirnya orang kaya ini tidak mendapatkan tempatnya karena hatinya masih melekat pada harta kekayaannya.

Tuhan Yesus ingin agar hidup kita diberkati, tetapi jangan sampai harta kekayaan yang sudah kita miliki justru membuat kita jauh dari Tuhan. Sebaliknya, justru dengan segala kekayaan yang kita miliki dari Tuhan, kita harus pakai untuk menjadi berkat bagi orang lain, menjadi saksi atas kasih Tuhan dalam hidup kita.

Segala harta kekayaan yang kita miliki, diperuntukkan hanya bagi kemuliaan-Nya saja

Dimanakah hatimu berada? apakah hatimu terletak pada hartamu? ataukah kepada Tuhan saja? sekali lagi, Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Amsal 3:9-10

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Amsal 11:24