Pages

12 January 2015

Mata Tuhan Tertuju Padamu

Mata Tuhan Tertuju Padamu

Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 1 Pet 3:12

Dahulu saya pernah berpikir, apakah Tuhan itu punya waktu untuk memperhatikan hidup saya? Di antara milyaran manusia diseluruh muka bumi ini, mengapa Tuhan mau menghabiskan waktunya memperhatikan saya? Siapakah saya ini dibandingkan manusia lain yang jauh lebih hebat dari saya, ah! Masakan Tuhan punya waktu untuk saya yang biasa-biasa ini. Ya itulah pikiran saya sebagai seorang anak kecil.

Tanpa sengaja kita bisa terjebak pada pemikiran seperti itu. Bila kita membandingkan hidup kita dengan orang lain, kita bisa merasa minder dan berpikir bahwa hidup kita tidak menarik perhatian Tuhan. Buktinya saja bahwa kita sering melihat orang lain diberkati dan kita tidak, kita merasa kurang dikasihi Tuhan. Bila melihat orang lain disembuhkan Tuhan secara ajaib tetapi kita tidak, kita berpikir Tuhan memang tidak mengasihi kita. Ketika kita melihat orang lain lebih pintar sementara kita dengan susah payah untuk mengerti pelajaran.

Semua pemikiran itu wajar saja terjadi bila kita tidak mengerti betapa Allah mengasihi kita terlepas dari segala apa yang dapat kita lakukan bagi Tuhan. 1 Pet 3:12 ini mengajarkan kepada kita bahwa mata Tuhan tertuju kepada kita yang mengasihi Dia. Karena Dia telah menjadi Bapa kita yang baik, maka Dia menjadi Bapa yang selalu memperhatikan kita dimanapun dan kapanpun. Bukankah seorang Bapa tidak meminta anaknya melakukan hal spekatakuler terlebih dahulu agar dikasihi dan diperhatikan? Bapa mengasihi anak-anakNya walau anakNya tidak mampu berbuat apa-apa. Itulah kasih Bapa. Kasih-Nya bukan karena apa yang kita dapat lakukan atau apa yang akan kita lakukan; kasih-Nya kepada karena Dia adalah kasih dan kasih-Nya kepada kita karena kita anak-anak-Nya.

Mata Tuhan tertuju padamu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun bahkan sampai selama-lamanya.