Pages

14 October 2015

Dosa Asal

Adakah Dosa Asal?

Salah satu doktrin yang menarik untuk dibahas adalah perihal dosa asal. Dosa asal berarti semua orang telah berdosa karena Adam, tanpa terkecuali semua orang yang masih dalam kandunganpun telah berdosa. Sehingga sesungguhnya tidak ada manusia yang lahir tanpa dosa, semua bayi yang baru lahirpun langsung lahir dengan keadaan berdosa.

Bagaimana dengan Yesus Kristus? Yesus Kristus bukan lahir dari hasil perkawinan sperma dan sel telur wanita sehingga Dia tidak "membawa" DNA dosa keturunan Adam. Bukankah hal ini menjadi sangat menarik? Apakah yang alkitab sesungguhnya katakan tentang dosa asal.

Marilah kita melihat beberapa ayat yang menunjukkan bahwa semua manusia sudah membawa dosa asal dari Adam.
  1. (Roma 3:23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Bila kita melihat TB ini, maka kita dapat melihat bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang lahir dengan membawa dosa. Karena ayat ini berkata bahwa semua orang TELAH BERBUAT dosa. Sehingga semua orang tersebut menjadi berdosa karena TELAH BERBUAT dosa. Dan karena TELAH BERBUAT dosa maka semua manusia TELAH KEHILANGAN kemuliaan Allah. Jadi jika manusia tidak berbuat dosa maka manusia itu tidak kehilangan kemuliaan Allah. Berdasarkan ayat ini, tidak terbukti bahwa semua manusia telah lahir dengan keadaan berdosa kecuali manusia itu bebuat dosa.
  2. (Roma 3:23) Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. Sekarang kita melihat dari ayat sama namun dari veri terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari. Berdasarkan versi ini, telah hilang kata "telah berbuat dosa" dan diterjemahkan menjadi "sudah berdosa" Dengan terjemahan ini, kita dapat melihat bahwa manusia seluruhnya sudah berdosa baik itu masih dalam kandungan.
  3. (Romans 3:23) Since all have sinned and are falling short of the honor and glory which God bestows and receives. Masih dalam ayat yang sama namun kini dari versi Amplified Bible. Yang menjadi kata kunci kita adalah katan "HAVE SINNED" dan dari kata yang digunakan ini kita kembali melihat bahwa manusia dikatakan berdosa bila manusia tersebut "HAVE SINNED" (telah melakukan dosa). Bila kita ingin menggunakan terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-Hari, maka dalam bahasa Inggrisnya seharusnya menjadi "are sinful" yang berarti secara "general truth" (simple present tense) berdosa dulu, sekarang dan selama-lamanya.
  4. (Roma 5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Ayat ini berbicara tentang dosa telah ke dalam dunia oleh satu orang, yaitu Adam. tetapi bukan berarti bahwa ini membuat semua manusia langsung otomatis berdosa. Tetapi ini berbicara tentang dosa akhirnya bisa ada di dunia ini dapat mempengaruhi manusia untuk pada akhirnya berbuat dosa. Sebab itulah dibagian terakhir ayat ini berkata "karena semua orang TELAH BERBUAT dosa" bukan telah berdosa secara sifat/natur.
  5.  (Roma 5:12) Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan dari dosa itu timbullah kematian. Akibatnya, kematian menjalar pada seluruh umat manusia, sebab semua orang sudah berdosa.Ayat yang sama ini kembali dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-Hari menggunakan terjemahan yang sama seperti pada Roma 3:23. Bagian ini kembali berkata bahwa semua manusia sudah berdosa secara natur/alamiahnya berdosa. Dengan menggunakan terjemahan ini, kita mengakui bahwa manusia telah berdosa secara generatif, turun temurun melalui DNA manusia berdosa.
  6. (Romans 5:12) Therefore, as sin came into the world through one man, and death as the result of sin, so death spread to all men, [ no one being able to stop it or to escape its power] because all men sinned. Kita kembali melihat versi Amplified Bible. Sama dengan terjemahan pada Roma 3:23 versi AMP kembali menerjemahkan dengan menggunakan kata kerja "all men sinned" namun tidak lagi menggunakan perfect tense "have sinned" tetapi hal ini secara gramatika tetap berarti manusia berbuat dosa dan bukan berdosa. Berdasarkan terjemahan ini kita harus menolak bahwa manusia langsung berdosa secara otomatis tanpa melihat perbuatannya. Bagian ini kembali menjelaskan bahwa manusia dikatakan berdosa bila manusia BERBUAT DOSA.
Bila kita melihat satu contoh bagaimana Alkitab menggambarkan adanya orang-orang yang benar seperti Habel, maka kita diteguhkan bahwa Habel itu tidak berdosa tetapi benar karena perbuatan-perbuatannya.

(Kejadian 4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

(Kejadian 4:10) Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 

Matius 23:35 supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. 

Ibrani 11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 

Dari serangkaian deskripsi tentang Habel, tidak ada satupun yang mengatakan bahwa Habel manusia berdosa karena dia tidak berbuat dosa. Bahkan persembahannya dan dirinya sendiri berkanan dihadapan Allah sehingga darahnyapun dapat "berteriak" kepada Allah.

Jadi apakah yang dapat kita simpulkan? Apakah manusia sudah berdosa secara natur/alami generatif? atau manusia berdosa karena telah melakukan dosa?