Pages

30 January 2016

Taat dan Setia

“Taat dan Setia”
Yosua 6 : 1-20 

Konon, di daratan Cina, ada tanaman yang namanya bambu cina. Dua kali sehari, setiap pagi sebelum matahari terbit dan sore hari sesudah matahari terbenam, bibit bambu cina harus disiram. Selama 6 tahun pertama, setiap hari, penyiraman harus dilakukan dengan setia, kalau tidak maka tanaman ini tidak akan pernah tumbuh dan pasti mati. Jadi tidak ada hari-hari absen untuk menyiram atau tanaman ini akan mati dan tidak pernah tumbuh. Sesudah tahun ke 6 berakhir, keluarlah tunas tanaman bambu cina. Dan dalam waktu 6 bulan, tanaman bambu cina ini akan mempunyai ketinggian yang lebih tinggi dari tanaman di sekitarnya. Inilah keindahan dari tanaman bambu cina. Ia menjulang lebih tinggi dari tanaman disekelilingnya.

Orang lain mungkin menganggap orang yang menanam bambu cina adalah orang gila karena menyiram tanaman yang tidak tumbuh bertahun-tahun. Namun ketaatan dan kesetiaan akan berbuah manis pada saat bambu cina itu tumbuh dan menjadi besar.

Bangsa Israel yang memasuki tanah Kanaan menghadapi lawan yang kuat, yaitu Yerikho, yang merupakan kota benteng yang sangat kokoh, sulit untuk ditembus, dengan kekuatan pasukan yang besar dan kuat. Hampir mustahil menang dengan usaha mereka sendiri. Tapi Tuhan menjanjikan akan membuat bangsa Israel menang, asal mereka taat dan setia.

Mereka harus mengelilingi kota Yerikho satu kali selama enam hari, dan pada hari ketujuh mereka mengelilingi kota Yerikho tujuh kali. Urutan barisan, cara meniup sangkakala harus dilakukan seperti yang telah ditentukan. Mereka tidak diperbolehkan berbicara sedikitpun selama mengelilingi kota Yerikho, sampai mereka diperintahkan untuk bersorak pada hari terakhir.

Apa yang diminta Tuhan untuk dilakukan bangsa Israel sepertinya tidak masuk akal, tidak ada hubungannnya dengan strategi peperangan. Bisa saja bangsa Israel menolak melakukannya. Tapi bangsa Israel memilih untuk taat dan setia, dan hasilnya Yerikho dikalahkan.