21 March 2016

Responi Kebaikan Tuhan

Responi Kebaikan TUHAN

sabdanya.com - Kejadian 26:12-13 — “ Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya." diceritakan mengenai Ishak yang akhirnya berhasil melewati krisis. Ia memilih untuk mengikuti setiap proses yang ada dengan bersikap realistis terhadap keadaan yang terjadi serta melakukan upaya yang seturut dengan firman TUHAN. Kejadian 26:1-2 — “ Maka timbullah kelaparan di negeri itu. -- Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan KU-katakan kepadamu." Karena itulah Ishak sangat diberkati oleh TUHAN sehingga ia menjadi sangat kaya.

Namun ternyata sebuah kesuksesan juga dapat menimbulkan masalah baru. Dalam Kejadian 26:14 — “ Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya." dikatakan bahwa orang Filistin cemburu kepada Ishak karena melihat banyaknya ternak dan anak buah yang dimiliki oleh Ishak. Berkali-kali sumur yang telah ia gali ditimbun oleh orang Filistin. Bahkan ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tetapi Ishak tetap rendah hati dan mengandalkan TUHAN, sebab ia sadar bahwa kekayaannya tidak akan dapat menolongnya.

Maka TUHAN menyatakan penghiburan-Nya kepada Ishak. TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman bahwa TUHAN akan menyatakan pembelaan-NYA, serta akan menyertai dan memberkati Ishak dan juga keturunannya. Kejadian 26:24 — “ Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "AKU-lah ALLAH ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab AKU menyertai engkau; AKU akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-KU itu."

Jaminan TUHAN ini membuktikan bahwa kesetiaan-NYA sungguh nyata dalam hidup Ishak. Bukankah kita juga seperti Ishak ? TUHAN senantiasa menolong kita melewati setiap krisis dan permasalahan hidup, sehingga kita menjadi orang-orang yang berhasil dan diberkati. Lalu bagaimana cara kita meresponi kebaikan TUHAN tersebut? Mari kita melihat bagaimana Ishak meresponi kebaikan TUHAN. Kejadian 26:25 mencatat, “Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.”

1. Mendirikan Mezbah
Dalam Kemah Suci terdapat dua mezbah yang terbuat dari kayu penaga. Mezbah yang pertama dilapisi dengan tembaga dan diletakkan di halaman Kemah Suci. Mezbah ini melambangkan pertobatan. Dan mezbah yang kedua dilapisi dengan emas murni dan diletakkan di ruang kudus. Mezbah ini fungsinya adalah untuk menaikkan wangi-wangian kepada TUHAN, yang melambangkan penyembahan serta kehidupan yang harum. Jadi mezbah adalah sesuatu yang sentral dalam ibadah. Mezbah merupakan sarana untuk memanggil TUHAN. Dan dalam berhubungan dengan TUHAN, kita harus senantiasa hidup dalam pertobatan dan memiliki hidup yang harum dan menjadi berkat bagi orang lain. Dengan kata lain, ketika mendirikan mezbah, sebenarnya Ishak sedang berkomitmen untuk berserah kepada TUHAN dan menempatkan TUHAN di posisi tertinggi, juga untuk memiliki keharuman hidup di mata orang lain. Dan ketika kita seperti Ishak, berkomitmen untuk mendahulukan TUHAN, maka TUHAN berjanji akan mencukupkan segala kebutuhan kita. Matius 6:33 — “ Tetapi carilah dahulu Kerajaan ALLAH dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

2. Memasang Kemah
Kemah melambangkan tempat tinggal atau rumah kediaman sebagai tempat untuk membangun keharmonisan keluarga. Keluarga merupakan hal yang sangat penting. Namun sayangnya ada banyak orang yang mengabaikan keluarganya demi uang dan pekerjaan. Mereka tidak menyadari betapa pincangnya kehidupan mereka. Kemah seharusnya juga menjadi tempat untuk mendidik anak-anak, baik dalam pengetahuan, karakter, maupun dalam kerohanian. Karena itu dalam Ulangan 6:7 — “ haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." TUHAN memerintahkan bangsa Israel untuk mengajarkan firman TUHAN dengan berulang-ulang kepada anak-anak mereka. Orang tua bertanggung jawab untuk mentransfer rahasia-rahasia ilahi kepada anak-anaknya.

3. Menggali Sumur
Sumur merupakan lambang dari profesi atau pekerjaan kita, yaitu bagaimana agar kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita. Jagalah sumber-sumber penghasilan kita dan berhati-hatilah dalam mengelolanya. Jangan sampai kita melakukan kejahatan, seperti menipu, mencuri, dsb hanya untuk mencari uang. Sumur juga menjalankan fungsi sosialisasi hidup. Kita telah menerima keselamatan. Tanggung jawab kita sekarang adalah hidup di dalam pekerjaan baik yang dipersiapkan ALLAH, yaitu menjadi garam dan terang dunia yang memberkati orang lain. Efesus 2:10 — “ Karena kita ini buatan ALLAH, diciptakan dalam KRISTUS YESUS untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan ALLAH sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik kepada semua orang, dan terutama kepada saudara seiman. Galatia 6:9-10 — “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."
Kita pasti akan menuai kebaikan yang sudah kita tabur.

TUHAN sudah menyatakan kebaikan dan pertolongan-NYA kepada kita, sehingga kita dapat melewati berbagai krisis dalam hidup kita. Responilah kebaikan-NYA dengan komitmen untuk mendahulukan TUHAN di atas segalanya, memperhatikan keluarga kita, mengelola pekerjaan kita, serta menjalankan amanat kita sebagai garam dan terang dunia. ROH KUDUS akan memampukan kita melakukan semuanya ini.