22 April 2016

Melupakan Allah

Melupakan Tuhan

Renungan Harian - SabdaNya
Menikmati hadirat Tuhan, berkat yang melimpah, mujizat kesembuhan, siapakah yang tidak ingin mendapatkannya? Tentu saja setiap orang percaya menginginkannya dan orang yang tidak percayapun mengejarnya.

Tetapi tanpa disadari manusia bisa kehilangan fokus yang sebenarnya dalam hubungannya dengan Tuhan. Mujizat, berkat melimpah, kuasa supernatural yang Ia demonstrasikan seharusnya semakin membuka hati dan pikiran manusia bahwa Ia adalah Tuhan yang sejati dan manusia tidak berarti tanpa Dia.

Kenyataannya, banyak manusia yang akhirnya tidak semakin melihat Dia sebagai Tuhan yang layak disembah dan ditinggikan melainkan hanya sebagai pemuas, pemenuhi, apa yang menjadi kebutuhannya sendiri.

Kita dapat melihatnya dari kisah 10 orang penderita kusta yang terdapat dalam Lukas 17:12, 15 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring.

10 orang menderita kusta, tetapi hanya satu yang kembali  memuliakan Allah. Bagi 9 orang yang lain, kesembuhan adalah yang utama dan bukan Yesus yang telah menyembuhkan mereka. Tetapi bagi satu orang yang kembali yang utama bagi dia bukanlah kesembuhan tetapi sang pemberi kesembuhan.
Jika kita mengalami sakit dan disembuhkan, kemudian kita memuliakan Dia; ini adalah hal yang biasa saja. Tetapi ketika kita mengalami sakit dan tidak mengalami kesembuhan, namun tetap memuliakan Dia; inilah yang luar biasa dan artinya kesembuhan tidak ebih penting atau lebih besar dari Tuhan sendiri.

Orang percaya sejati tidak melupakan Tuhan dan menggantinya dengan mujizat kehidupan.

Stay blessed,
/rs