Pages

12 April 2016

Pelayan Caper

Pelayan Caper

Renungan Harian - SabdaNya
Melayani bukan saja milik para hamba Tuhan di mimbar. Yang diberikan hati mengurusi "dapur" juga disebut melayani Tuhan. Sesuai dengan Kolose 3:23.

Belajar dari kisah Maria dan Marta, sepertinya Maria menjadi karakter "yang diangkat" sedangkan Marta adalah karakter "yang jangan ditiru"

Tetapi mengapa demikian? Bukankah Marta melayani dan tidak ada yang salah dengan pelayanannya? Benar sekali! Lalu apa "masalahnya" dengan Marta?

Lukas 10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Marta sibuk sekali melayani dan hal ini dapat dimengerti karena menjamu seorang Mesias tentu harus memberikan yang terbaik.

Tetapi kemudian Marta "ingin di apresiasi" oleh Yesus dengan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Sepertinya Marta merasa tidak mendapatkan perhatian, pujian, applause, dari Tuhan Yesus atas pelayanannya sehingga ia mencoba menarik perhatian Yesus dengan mengatakan demikian.

Saat kita melayani Tuhan, apapun ladang pelayanan kita, apakah kita kehilangan sukacita ketika gembala atau pemimpin kita tidak memberikan perhatian, pujian atau applause kepada kita? Jika demikian, maka motif kita bukanlah melayani Tuhan tetapi melayani diri sendiri. Kita menjadi pelayan yang cari perhatian.

Tetaplah setia melayani Tuhan, walau tidak ada  yang melihat apalagi memberikan pujian.
Stay blessed,
/rs