14 April 2016

Sungguh-Sungguh Mengenal Allah

Sungguh-Sungguh Mengenal Allah


Renungan Harian - SabdaNya
Sangat tidak mudah umat Tuhan Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke tanah perjanjian, the promised land. Masa perbudakan yang berat selama 400 tahun di Mesir ditambah dengan 40 tahun berkelana di padang gurun harus mereka lalui, sebagai umat pilihan Tuhan.

Tuhan pencipta langit dan bumi, penguasa seluruh alam semesta dan isinya, dapatkah Dia membebaskan umat-Nya Israel tanpa harus melewati 400 tahun masa perbudakan? tentu saja, DAPAT. Dapatkah mereka keluar dari Mesir tanpa harus terjadi 10 tulah? tentu saja, DAPAT. Dapatkah umat-Nya Israel sampai di tanah perjanjian tanpa berkelana selama 40 tahun? tentu saja DAPAT. Dapatkah mereka menduduki tanah perjanjian tanpa harus berperang untuk menghalau semua yang mengahalangi jalan mereka? tentu saja, DAPAT. Tanpa keraguan dan perdebatan, tentu saja DAPAT. Karena kalau tidak DAPAT maka DIA bukan Tuhan yang berkuasa.

Lalu, mengapa mereka harus begitu menderita dalam perbudakan, penguasan Mesir, sebuah bangsa dan pemimpin dan yang tidak mengenal Tuhan? Mengapa juga mereka harus berputar-putar di Padang Gurun selama 40 tahun setelah Ia membebaskan mereka dari Mesir?

Dalam keluaran 29:45-46, Tuhan menyatakan maksud dari semuanya itu: "Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka. 46 Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah TUHAN, Allah mereka."

Allah ingin umat-Nya Israel mengetahui dengan pasti dan sungguh-sungguh bahwa Ia adalah Allah mereka dan tidak ada yang lain. Allah memperkenalkan diri-Nya dengan membiarkan umat-Nya Israel menjalani masa perbudakan selama 400 tahun agar mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat membebaskan diri mereka sendiri dari penguasa Mesir kecuali TUHAN ALLAH sendiri. 10 tulah harus dijalankan agar umat-Nya Israel mengenal Dia jauh lebih berkuasa dari segala dewa-dewa Mesir yang dihancurkan melalui 10 tulah yang turun atas Mesir. Dan umat-Nya Israel masih gagal mengenal DIA dengan membuat lembu emas untuk disembah sehingga mereka harus berputar-putar di padang gurun selama 40 hari, padahal dalam 2 hari Tanah Perjanjian sudah di depan mata dan sudah diintai.

Tuhan izinkan hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, agar melaluinya kita dapat kembali sadar dan mengetahui dan mengenal Allah yang penuh kasih dan berkuasa atas hidup kita. Jadi apakah kita telah benar-benar mengenal Allah? atau kita masih bisa dengan mudahnya meninggalkan Dia ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita?

Jika kita belum sungguh-sunguh mengenal dan percaya kepada Tuhan, ini saat yang tepat untuk meresponi firman Tuhan ini "Yesaya 30:15 "Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, dan 1 Yoh 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Stay blessed,
/rs