17 May 2017

Allah Buatan

sabdanya.com - Dengan demonstrasi kuasa supernatural yang disaksikan kasat mata baik oleh bangsa Israel maupun bangsa Mesir, Allah membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir, keluar dari perbudakan, dan tidak ada yang dapat menghalanginya. Mesir yang adikuasa sekalipun tidak dapat menghentikan Allah membebaskan bangsa Israel. Ini juga adalah sebuah gambaran bahwa Allah sanggup, berkuasa, berdaulat untuk membebaskan manusia dari iblis, dari dosa, dari maut dan tidak ada yang dapat menahan atau menggagalkannya. Sungguh Allah itu benar-benar luara biasa, Allah yang benar dan yang sejati.

Tetapi bangsa Israel memilih untuk tidak taat, tidak setia, tidak percaya sungguh-sungguh kepada Allah yang demikian. Mereka juga justru ingin membuat allah mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri mereka ingin membuat allah.





Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia. Keluaran 32:1

Masakan allah dibuat oleh tangan manusia? masakan mereka yang tidak bisa membebaskan diri mereka dari tangan Mesir ingin membuat allah? Bagaimana mungkin allah dapat dibuat oleh tangan manusia? Bagaimana mungkin yang tidak berkuasa membuat yang berkuasa? Ini adalah sebuah kebodohan. Allah yang sejati haruslah Allah yang keberadaannya bukan karena diadakan oleh manusia yang tidak berdaya, manusia yang justru adalah ciptaan.

Tetapi pada saat ini, kita juga bisa terjebak kepada prinsip ini. Kita bisa saja juga "membuat bagi kita allah"Ketika kita mengalihkan fokus dan pusat hidup kita dari Allah kepada sesuatu atau seseorang yang lain, kita sedang membuat sesuatu atau orang lain menjadi allah bagi kita. Ketika kita berfokus dan berpusat kepada harta duniawi dan bukan kerajaan Allah, kita sedang membuat harta duniawi menjadi allah bagi kita. Ketika kita menjadi pekerjaan atau bisnis kita menjadi fokus dan pusat hidup kita, kita sedang membuat pekerjaan dan bisnis itu allah bagi kita. Bahkan ketika kita menjadikan pelayanan sekalipun fokus dan pusat hidup kita dibandingkan Allah sendiri, kita sedang menjadikan pelayanan itu allah bagi kita.





Keberadaan Allah dari kekal kepada kekal dan Allah tidak dapat dibuat oleh manusia yang fana. Allah yang dibuat oleh tangan manusia yang fana bukanlah Allah yang sejati melainkan allah yang tidak berdaya sama sekali.