28 May 2017

Allah Yang Menyelamatkan

Renungan Harian - Kebutuhan manusia yang terbesar bukanlah harta kekayaan. Memang kita membutuhkan sandang, pangan dan papan yang layak tetapi semuanya itu adalah kebutuhan sementara karena setelah kehidupan ini berakhir, kita akan diperhadapkan pada kenyataan akan berakhir kekal di sorga atau kekal di neraka. Kedua-duanya akan adalah kekal dan bukan sementara.

Kita akan melihat bahwa sejak awal, manusia tidak pernah menyadari bahwa ia membutuhkan keselamatan dan bahkan sampai akhir hidup ini manusia mengabaikan keselamatan mereka, artinya mereka tidak tidak pernah berpikir tentang Tuhan namun hanya fokus pada hal-hal jasmaniah yaitu hal-hal duniawi saja.

Adam dan Hawa ketika jatuh kedalam dosa, sekalipun menyadari bahwa mereka telah berdosa tetapi tidak datang kepada Allah, tidak mencari Allah justru bersembunyi dari Allah. Sebuah gambaran bahwa manusia tidak mau mencari Allah dan tidak perduli kepada Allah. Keberdosaan membuat manusia itu mati rohani dan tidak dapat melihat dan mencari Allah. Tetapi Allah yang datang kepada manusia berdosa itu. Allah yang mencari manusia yang berdosa itu, yaitu Adam dan Hawa. Allah yang mendatangi manusia yang berdosa itu.

Kejadian 3:9 "Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: 'Dimanakah engkau?"

Ketika manusia bertambah banyak, tidak ada manusia yang juga mau datang mencari Allah. Manusia justru semakin jahat sehingga Allah ingin memusnahkan mereka semua. Tetapi Allah memilih untuk menyelamatkan satu orang yang akan menjadi generasi "Adam" berikutnya. Adalah Nuh yang mendapatkan kasih karunia Allah sehingga ia tidak turut dalam kumpulan manusia yang akan di binasakan itu. Tanpa kasih karunia Allah, Nuh akan termasuk dalam bilangan manusia-manusia yang jahat dan akan dimusnahkam juga, tetapi diantara para manusia yang akan dibinasakan itu, Nuh mendapat kasih karunia Allah. Mengapa Nuh mendapatkan kasih karunia Allah? Kita tidak dapat menjawabnya dan tidak dapat membahas keputusan Allah itu, tetapi yang pasti Allah adalah inisiator keselamatan sejak awal, dan bukan manusia.

Kejadian 6:8 "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan"

Generasi berikutnya adalah Abraham. Tetapi Abraham dan keluarganya juga adalah penyembah berhala. Mereka juga tidak mencari Allah, namun Allah memulainya, Allah mendatangi Abraham dan memilih Abraham. Allah kemudian harus memisahkan Abraham dari seluruh keluarganya yang adalah penyembah berhala dan bukan penyembah Allah. Allah memanggil Abraham untuk menjadi bapa segala orang percaya sehingga olehnya semua kaum mendapatkan berkat, berkat keselamatatan, berkat pengenalan yang benar akan Allah.

Kejadian 12:1-3 "Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi ini akan mendapat berkat."