03 May 2017

Apa Kaitan Iman dan Penciptaan

sabdanya.com - Pernahkah kita memikirkan dengan sungguh-sungguh bagaimana dunia ini ada? Apakah memang diciptakan atau seperti apakah dan bagaimanakah dunia ini ada/tercipta? Para ilmuan mengemukakan berbagai teori penciptaan, seperti Teori Kabut (Nebula), Teori Panetisimal, Teori Pasang Surut Bintang, Teori Kondesasi, Teori Bintang Kembarm dan Teori Ledakan Maha Dahsyat (Bing Bang)

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Manakah teori yang kita pegang dan percayai sebagai umat Tuhan?



Secara tegas kita menolak semua teori itu. Kita memercayai teori penciptaan di dalam Alkitab dimana Allah dengan Firman-Nya menciptakan seluruh alam semesta. Tetapi dengan penjelasa "logis" para ilmuan mungkin akan dapat menggoyahkan kepercayaan kita. Sebab itu, apa yang harus kita miliki sehingga kita tidak akan tergoyahkan? Iman. Iman menjadi dasar utama kita untuk menolak semua teori dari para ilmuan dan dasar utama kita untuk menolak semua teori dari para ilmuan dan memegang teori penciptaan di dalam Alkitab.

Ibrani 11:3 (TB) karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Kita beriman, kita percaya dengan teguh bahwa alam semesta ini dan seluruh isinya diciptakan oleh Dia. Tanpa iman, kita akan cendrung menerima teori-teori para ilmuan yang berarti menolak kebenaran bahwa Tuhan adalah sang pencipta.

Kolose 1:16-17 (TB) Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Kita memegang teori penciptaan Alkitab bukan kerena "kelogisan" tetapi karena iman dan dengan iman.