Pages

23 May 2017

Apakah Kita Sungguh Sungguh Mengasihi Tuhan

Renungan Harian - Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus mengenai hukum yang terutama dalam hukum Taurat. Tuhan Yesus dengan mengatakan bahwa hukum yang terutama dan pertama adalah mengasihi Tuhan dan hukum yang kedua yang juga sama dengan hukum yang pertama adalah mengasihi sesama.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Matius 22:37) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:39)

Hal yang tersulit adalah bagaimana kita tahu bahwa kita ini sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Jangan-jangan kita mengatakan kita mengasihi Tuhan tetapi sebenarnya yang ada di hati dan pikiran kita bukanlah kasih kepada Tuhan melainkan "demi keuntungan kita sendiri."

Kita katakan kita mengasihi Tuhan tetapi sebenarnya yang menjadi tujuan kita adalah agar hidup kita ini diberkati, ditolong Tuhan dan disertai Tuhan. Kita katakan kita mengasihi Tuhan tetapi sesungguhnya adalah karena kita takut ke neraka dan memilih mengasihi Tuhan agar kita masuk ke sorga. Tidaklah salah kita ingin diberkati, ditolong Tuhan dan disertai Tuhan. Juga tidaklah salah jika kita ingin masuk ke sorga dan bukan ke neraka. Tetapi yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah kita sungguh-sungguh Tuhan? Apakah kita tetap mengasihi Tuhan ketika semua yang kita harapkan tidak terjadi? Atau kita justru berubah kasih dan meninggalkan Tuhan karena doa yang tidak dijawab? atau karena pertolongan yang kita nanti-nantikan tidak datang? Inilah ujian nyata apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan atau tidak. Kita mengasihi Tuhan dengan murni atau karena mengejar sesuatu.

Sesungguhnya kita tidak mungkin dapat mengasihi Tuhan. Kita manusia berdosa ini tidak tahu lagi apa itu kasih dan tidak tahu bagaimana mengasihi. Kita kembali mengenal kasih hanya karena Tuhan menganugerahkannya kepada kita. Dia telah mengasihi kita sehingga kita kembali mengenal kasih. Kasih Allah di dalam kita itulah yang membuat kita juga dapat merespon kasih Allah.

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah Aku juga telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Yohanes 15:9

Demikian juga dengan mengasihi sesama. Kita tidak mungkin dapat mengasihi sesama kita, terlebih lagi kepada sesama kita yang telah melukai kita, menghianati kita atau mengecewakan kita. Sulit bagi kita untuk mengasihi mereka. Tetapi dengan kasih Allah yang kita terima, itu menjadi kekuatan bagi kita untuk dapat mengasihi sesama kita, apapun keadaan dan perlakuan mereka terhadap kita.

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihim seperti Aku telah mengasihi kamu. Yohanes 15:12

Kasih dan anugerah Allah memampukan kita mengaishi Dia dan sesama kita.