Pages

21 May 2017

Apakah Maknanya Domba ditengah Serigala

Renungan Harian - Apakah yang dapat dilakukan domba ditengah-tengah serigala? Tampaknya itu adalah misi bunuh diri bagi domba. Tetapi Tuhan Yesus berkata "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." di dalam Matius 10:16, apakah ini berarti Tuhan mau kita yang digambarkan sebagai domba masuk ke tempat pembantaian oleh serigala? Bila itu yang kita pahami maka kita akan berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan yang kejam yang mengutus domba tidak berdaya ke tengah-tengah serigala atau berpikir tidak adil dengan membiarkan domba menghadapi kebuasan serigala tanpa memperlengkapinya.

Kita harus memahami bahwa ini adalah sebuah metafora perbanding yang Tuhan berikan untuk menggambarkan bahwa orang-orang percaya itu sebagai domba dan orang-orang yang belum percaya itu adalah orang-orang yang berdosa. Oleh karena keberdosaan mereka, mereka hatinya jahat dan seluruh perbuatannya adalah dosa. Dan kita sebagai orang percaya diutus untuk membawa mereka kepada Allah sehingga mereka diubahkan dari serigala menjadi domba, dari yang tidak percaya dan menjadi percaya. Maka ini tidak dipandang sebagai pemahaman kita akan domba dan serigala secara harfiah namun bermakna rohani yang dapat dikatakan dengan kalimat lain adalah "Lihat, Aku mengutus kamu orang-orang percaya ke tengah-tengah orang tidak percaya yang hidupnya penuh dengan dosa"

Kita sebagai orang percaya harus menyadari panggilan ini bahwa kita harus memberi dampak dalam hidup orang-orang berdosa sehingga melalui kehidupan kita orang dapat melihat terang yang di dalam kita, orang-orang dapat melihat kasih Tuhan yang tersedia bagi semua orang. Oleh karena mereka adalah "serigala" orang-orang berdosa yang "buas" maka Tuhan mengingatkan kita agar kita dapat melayani mereka dengan kecerdikan namun tetap dengan ketulusan. Artinya kita mengandalkan hikmat Tuhan agar kita dapat melakukan strategi-strategi dan pendekatan-pendekatan "cerdik" kepada mereka sehingga mereka tidak menolak kita "tidak menerkam kita dengan kebuasan mereka"