13 May 2017

Kekeliruan akan Keselamatan

sabdanya.com - Setiap hari Minggu, banyak orang datang beribadah di gereja. Mereka dengan setia melakukan semua ritual, sakramen, dan dengan sekuat tenaga melakukan seluruh perintah Tuhan. Dengan semuanya itu, mereka merasa aman dengan keselamatan mereka. Mereka beranggapan dengan keterlibatan di dalam gereja, kehidupan moral yang baik, dan semua unsur ibadah dengan baik maka mereka telah mendapatkan tempat di sorga.

Namun satu hal yang paling penting dan menjadi dasar utama bahwa keselamatan bukanlah karena perbuatan. Bukan karena secara teratur beribadah ke gereja, melayani, hidup dengan moral yang baik atau apapun yang luar biasa yang dapat dilakukan. Semuanya itu baik dan memang harus dilakukan, tetapi keselamatan bukanlah karena melakukan semuanya itu melainkan karena kasih karunia Tuhan.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9.

Keselamatan dianugerahkan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dan dengan demikian mengalami kelahiran baru dan menjadi ciptaan baru. Tanpa menerima kasih karunia ini, manusia belumlah diselamatkan sekalipun melakukan semua aspek kekristenan.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Kor 5:17

Semua manusia adalah manusia berdosa dan karena menjadi manusia berdosa maka berbuat dosa. Orang yang berdosa pasti akan selalu berbuat dosa dan tidak dapat melakukan yang benar. Sebab itu, seseorang harus mengalami kelahiran baru, menjadi ciptaan baru terlebih dahulu untuk kemudian dapat melakukan apa yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Hanya darah Yesus yang telah dicurahkan di kayu salib, Golgota yang dapat menebus manusia dari dosa-dosanya, menguduskan dan menyucikannya dari segala kejahatan.

< Dunia melihat dan menjunjung perbuatan yang menakjubkan tetapi keselamatan bukanlah tentang perbuatan melainkan iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat dan dampak dari hal ini barulah perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kebenaran.