Pages

18 May 2017

Masa Lalu adalah Masa Lalu

Renungan Harian - Petrus adalah salah seorang murid Yesus dengan iman dan keberanian yang luar biasa. Dia berkhotbah dan 3000 jiwa di selamatkan, berdoa dan mujizat terjadi, dan banyak hal yang luar biasa yang dia lakukan sebagai salah satu rasul . Tetapi jika kita membaca kisah sebelumnya, sulit bagi kita untuk melihatnya sebagai seorang yang memiliki iman dan keberanian yang luar biasa.

Dapat dikatakan bahwa Petrus adalah seorang gagal dan mungkin sesungguhnya lebih buruk dari Yudas Iskariot. Yudas menghinati Yesus dengan menjualnya tetapi Petrus menyangkalnya tiga kali dan disertai dengan menyampaikan kutuk. Ini bisa dikatakan kegagalan besar untuk seorang Petrus. Tetapi kegagalan ini tidak membuatnya mundur seperti Yudas Iskariot yang mengekspresikan penyesalannya dengan bunuh diri. Petrus, oleh anugerah Tuhan yang sempurna, memperbaiki dirinya dan dengan penuh kuasa Roh Kudus ia melayani sebagai saksi Tuhan, sebagai murid Tuhan dan sebagai Rasul Tuhan dengan iman dan keberanian yang luar biasa.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. Filipi 3:13

Yudas Iskariot begitu dibelenggu dengan rasa bersalahnya dan tidak dapat membebaskan diri dari hal itu sehingga ia mengekspresikan penyesalannya dengan bunuh diri. Petrus juga begitu menyesali penyangkalannya akan Yesus tetapi ia telah memilih untuk melupakan hal itu dan tidak membiarkan diri dikuasainya. Ia memilih fokus kepada apa yang ada di depan, kepada panggilan Tuhan untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Memang tidak mudah untuk kita keluar dari masa lalu yang terus mencoba untuk membelenggu kita, Paulus juga demikian dengan masa lalunya sebagai penganiaya jemaat namun dapat berkata aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Masa lalu indah, hanya indah di masa lalu. Masa lalu yang kelam hanya kelam di masa lalu. Fokus kita bukan pada masa lalu, bukan pada apa yang ada di belakang kita melainkan pada masa depan, pada apa yang ada di hadapan kita.