Pages

05 June 2017

Ketika Seseorang Tidak Membuat Keputusan Yang Benar

Renungan Harian - Anaknya yang masih muda ingin mengambil jalan hidupnya sendiri dan meminta warisan yang telah disiapkan ayahnya. Si ayah tahu bahwa anaknya masih terlalu muda untuk menerima dan mengelola semua harta warisan yang menjadi miliknya dan bahwa anaknya masih perlu banyak sekali pelajar mengenai kehidupan di luar rumahnya yang aman dan semuanya tersedia. Tetapi pada akhirnya si ayah memberikan bagiannya. Ia menyaksikan anaknya melangkah keluar meminggalkan rumahnya, dan meninggalkan dirinya sendiri. Apakah yang mungkin dipikirkan si aya? Takut? Kuatir? Sedih? Kesepian? Pikiran itu tentu beralasan.

Tetapi setelah sekian lama, ayahnya kembali bersukacita dan menjadi lega setelah melihat anaknya kembali pulang! Setelah menghabiskan semua harta warisan bagiannya, ia menyadari keputusannya yang salah dan memutuskan untuk kembali kepada ayahnya. Ayahnya tidak tahu kemana saja selama ini anaknya pergi, apa yang dilakukannya, dan kemana saja semua harta itu dihabiskan. Ayahnya hanya dapat menanti-nanti dan mendoakannya. Dan Tuhan menyertai anaknya sehingga ia kembali sadar dan berbalik.

Di dalam hidup kita, kita ingin sekali mengambil keputusan sendiri, berjalan sendiri di dalam kehidupan kita ini. Dalam perjalanan kehidupan ini, kita pastinya diperhadapkan dengan pilihan-pilihan dan keputusan yang harus dibuat. Kita berhubungan dengan orang lain yang juga memberikan tantangan sendiri dalam hidup kita, kita juga menghadapi tantangan dan godaan dosa. Ada orang-orang yang dapat membuat keputusan dengan baik dan benar secara mudah, tetapi banyak juga orang yang tidak dapat mengambil keputusan yang tepat sehingga berujung kepada kesedihan, kesusahan, kehancuran dan juga dosa.

Memang tidak mudah menjalani pergumulan terlebih lagi sebagai akibat dari keputusan kita yang salah. Namun pada saat-saat demikian adalah saat-saat kritis untuk tetap mempercayai Tuhan. Tuhan setia menyertai kita sekalipun kita telah membuat keputusan yang salah, Dia tetap memanggil kita untuk menyadari kesalahan kita dan berbalik kembali kepada jalan yang benar. Dia bukan Tuhan yang berdiam diri sekalipun itu adalah akibat dari keputusan kita sendiri. Dia Tuhan yang akan kembali menyambut kita atas dasar kasih karunia-Nya dan Alkitab berkata bahwa ada sukacita di sorga karena satu orang yang diselamatkan.


Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Lukas 15:20

Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Lukas 15:32