02 June 2017

Pentingnya Menjadi Manusia Reflective

Renungan Harian - Menjadi manusia reflective sangatlah penting. Apakah itu manusia reflective? Manusia reflective adalah manusia yang selalu melihat kembali apa yang telah dilakukannya dan kemudian menarik kesimpulan apa hal-hal yang sudah baik untuk dipertahankan bahkan dikembangkan dan apa hal-hal yang yang masih kurang baik sehingga dapat menentukan apa yang akan dilakukan untuk memperbaikinya.

Apakah Tuhan adalah "Tuhan yang reflective?" Tentu saja. Kita dapat menemukannya bahkan di dalam kitab kejadian 1.


Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10

Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:12

dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:18

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayang. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadiam 1:21

Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:25

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itu hari keenam.


Dari ayat-ayat di atas kita dapat melihat bahwa Allah adalah Allah yang berkarja, Allah yang bekerja, yang menjadi segala sesuatu ada. Maka kita juga sebagai manusia ciptaan-Nya tentunya juga harus menjadi manusia yang bekerja, manusia yang berkarya, manusia yang dapat menjadikan sesuatu sesuai dengan karunia dan talenta yang telah dianugerahkan kepada kita.

Kemudian Allah juga adalah yang melihat segala yang dijadikannya, Dia mengevaluasi, Dia ber-refleksi akan apa yang telah Ia ciptakan, Ia kerjakan, Ia jadikan, dan Dia menyimpulkan semuanya yang telah Ia jadikan itu "sungguh amat amat baik"

Bila Allah adalah Allah yang melihat kembali apa yang telah Ia kerjakan, maka kita juga seharusnya melakukan yang sama. Kita seharusnya melihat kembali apa yang telah kita kerjakan sepanjang tahun, sepanjang, bulan, sepanjang minggu, atau sepanjang hari yang telah kita lewati. Dan apa yang dapat kita simpulkan atas semuanya itu? Apakah kita juga dapat berkata "sungguh amat baik?"

Tentu saja bagi kita, tidak mungkin kita dapat mengerjakan segala sesuatunya sungguh amat baik. Keberdosaan kita membuat kita tidak mungkin bisa mengerjakan segala sesuatunya sungguh amat baik. Dia dapat melakukan segala sesuatunya sungguh amat baik sebab Ia kudus, mulia dan berkuasa. Tetapi kita yang berdosa ini penuh dengan kegagalan dan kekuarangan. Oleh sebab itu, kita harus selalu datang pada-Nya yang kudus, mulia dan berkuasa itu agar oleh pertolongan-Nya, oleh berkat-Nya, oleh penyertaan-Nya, oleh topangan-Nya, kita akn dimampukan untuk mengerjakan segala sesuatunya s"sungguh amat baik"

Terpujilah Tuhan Yesus...