25 July 2017

Mengapa Mereka Memiliki Banyak Isteri


sabdanya.com - Dapatkah kita memiliki lebih dari satu orang isteri? DAPAT. Boleh kita memiliki lebih dari satu orang isteri? TIDAK.

Mungkin pertanyaan akan muncul di benak kita adalah "Mengapa mereka yang di perjanjian lama dapat dan boleh memiliki lebih dari satu orang isteri bahkan ditambah dengan gundik?"

Kita sebut saja Abraham, Musa, Yakub, Elkana, Daud dan terlebih lagi Salomo. Mereka dan banyak lagi para tokoh di Alkitab memiliki lebih dari satu orang isteri dan juga ditambah dengan gundik.

Di dalam Alkitab, dalam hal ini di perjanjian lama, kita tidak menemukan satupun dimana Tuhan menyatakan hal itu dilarang atau merupakan suatu dosa. Tuhan tidak pernah menjadi marah dan menghukum Abraham karena telah mengambil Hagar menjadi gundiknya dan akhirnya lahirlah Ismael. Namun Tuhan jelas menegor Abraham karena ia telah berbohong tentang statusnya dengan Sarah. Bahkan ketika Lot menawarkan dua anak perawannya untuk diberikan kepada orang-orang di Sodom dan Gomorah agar orang-orang itu tidak mencabuli tamunya, Tuhan juga tidak memberikan "pernyataan" apa-apa tentang itu.

Kita memang tidak menemukan satupun hukum Tuhan perihal seorang suami harus memiliki satu orang isteri saja. Hal ini bisa saja menjadi salah satu alasan mengapa Tuhan tidak menyatakan itu salah dan harus dihukum karena perbuatan dosa itu. Terlepas dari hal ini, kita dapat melihat bagaimana sesungguhnya kehidupan mereka yang memiliki lebih dari satu orang isteri dan ditambah dengan gundik itu. Misalnya Abraham, dengan keputusannya mengambil Hagar sebagai gundiknya, telah timbul masalah yang besar hingga pada zaman sekarang ini dimana kaum Ismael dan Ishak sepertinya tidak dapat duduk bersama. Dan Sarah sendiri menjadi iri kepada Hagar sehingga ia mengusirnya. Isteri-isteri Elkana juga menjadi masalah karena satu jadi iri kepada yang lain dan demikian juga dengan isteri-isteri Yakub.

Kita dapat melihat bahwa walaupun Tuhan tidak menetapkan hal itu adalah salah dan dosa pada masa itu, kita dapat menyimpulkan bahwa kehidupan mereka yang memiliki lebih dari satu isteri justru menimbulkan masalah yang besar dan berdampak kepada generasi demi generasi (walau tentu saja yang dengan satu isteri juga dapat timbul masalah). Intinya kita dapat melihat bahwa sesungguhnya memiliki lebih dari satu orang isteri tidaklah ideal.


Di perjanjian baru, Tuhan telah menetapkan standarnya. Karena sesungguhnya pernikahan orang percaya adalah gambaran pernikahan Kristus yang adalah mempelai pria dan gereja-Nya adalah mempelai wanita, demikian juga pernikahan orang percaya haruslah pernikahan dengan satu orang isteri/suami saja.

yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Titus 1:6

Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 1 Timotius 3:2

Dengan demikian, hukumnya sangat tegas bagi kita sekarang ini bahwa kita tidak dapat mengikuti "teladan" mereka di perjanjian lama untuk memiliki lebih dari satu orang isteri apa lagi ditambah dengan gundik karena Kristus telah datang dan telah menetapkan standar pernikahan yang ideal adalah antara pria dan wanita dan antara 1 pria dan 1 wanita. Hal ini tidak dapat ditawar dan tidak dapat diabaikan.