Pages

27 August 2017

Bolehkah Kita Mengharapkan Yang Buruk Terjadi Bagi Orang Yang Menyakiti Kita

sabdanya.com - Maleficent adalah seorang peri yang baik dan membangun persahabatan dengan Stefan. Suatu hari, demi memenuhi ambisinya untuk menjadi raja, Stefan menghianati Maleficent dengan memotong sayap perinya dan sayap itu dibawa kepada raja karena itu adalah syarat bagi siapapun yang nantinya akan menggantikan raja yang sudah itu. Atas keberhasilannya ini, Stefan pun akhirnya dinobatkan menjadi raja. Setelah Stefan menjadi raja dan mempunyai seorang puteri, pada hari pembaptisannya Maleficent yang kini dipenuhi dengan kebencian datang kekerajaannya untuk mengikuti perayaan baptisan tersebut. Bukan untuk mendoakan yang baik, Maleficent justru menyampaikan kutukan pada puteri raja tersebut bahwa suatu hari pada saat ulang tahunnya yang ke-16 puterinya akan tidur untuk selamanya karena jarinya akan tertusuk jarum kecuali oleh sebuah ciuman cinta sejati puterinya akan hidup kembali. Pada akhirnya Maleficent menyesali dan ingin menarik kutukannya tersebut, namun tidak berhasil. Maleficent pada akhirnya mencintai sang puteri dan ciumannya menghidupkan dia kembali. Begitulah sebagian kisah besar dari film Maleficent.




Di dalam kehidupan kita ini, siapakah kita yang tidak pernah dihianati? Di tempat kita bekerja atau melayani, ada saja orang-orang yang mengatakan hal yang buruk tentang kita demi menjatuhkan kita. Mereka yang menyakiti kita bisa saja orang luar, teman, sahabata, bahkan orang terdekat kita sekalipun. Respon natural kita adalah kita mengharapkan hal-hal yang buruk terjadi pada mereka. Kita mengharapkan orang-orang yang telah menghina, mengatakan hal yang buruk atau menjebak kita sedemikian rupa akan celaka atau mati sekalian baik itu karena sakit tiba-tiba atau kecelakaan di jalan. Ketika gereja dibakar, orang kristen disesah sedemikian rupa dan kemudian terjadi bencana kepada mereka atau golongan mereka yang menganiaya orang percaya, respon natural kita berkata "Nah, inilah pembalasan Tuhan terhadap mereka"

Bolehkah Kita Mengharpkan Yang Buruk Terjadi Bagi Orang Yang Menyakiti Kita? Kita harus belajar langsung dari Tuhan Yesus untuk hal ini.


Lukas 23:Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Di kayu salib, Tuhan Yesus berkata "Ya Bapa, ampunilah mereka.." Tuhan Yesus tida pernah mengharapkan yang buruk terjadi kepada mereka yang menyiksa Dia dan menyalibkan Dia dengan sedemikian hebatnya tetapi Ia justru melepaskan pengampunan atas mereka. Maka inilah kehendak Tuhan bagi kita, kita mengikuti teladanNya dengan memberikan pengampunan kepada mereka dan bukan mengharapkan hal-hal yang buruk atau kutuk terjadi atas mereka yang menyakiti, memfitnah, menghina, atau apapun yang buruk terhadap kita.

Matius 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

(Kolose 3:5) Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat (evil desire=kehendak yang jahat-mengharapkan yang jahat) dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,