Pages

21 August 2017

Kenapa Pendoa Ini Gagal Paham

Sebuah perumpamaan disampaikan oleh Tuhan Yesus untuk menggambarkan orang-orang yang gagal paham di dalam doanya. Menariknya, perumpamaan hampir selalu menggunakan orang farisi, yang dianggap sebagai pemuka agama, dan seorang pemungut cukai, yang di anggap tidak layak.
Orang farisi digambarkan demikian dalam doanya:


Lukas 18:11-12 (TB)  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Pada akhir perumpaan ini, Tuhan Yesus mengatakan bukan orang farisi ini yang mendapatkan pengampunan. Mengapa demikian?
Orang farisi ini gagal paham akan pembenaran di dalam Tuhan. Dia berpikir dia menjadi benar oleh karena usahanya sendiri: tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, berpuasa dua kali seminggu, dan bahkan memberikan sepersepuluh dari segala penghasilannya.

Oops... Jangan salah sangka dulu, ini bukan berarti kita tidak perlu melakukan semuanya itu. Hanya itu semua bukan cara untuk dibenarkan di hadapan Tuhan karena hanya Kristus sendiri yang dapat membenarkan kita oleh karyanNya di kayu salib.


Tuhan Yesus berkata bahwa orang farisi ini meninggikan diri, ia membawa "prestasi" rohaninya di hadapan Tuhan dan bahkan merendahkan orang lain. Sekiranya ia memang hidup lebih baik dari pemungut cukai, maka seharusnya ia menolong pemungut cukai itu agar ia juga hidup lebih baik.

Jangan gagal paham, Kristuslah yang membenarkan kita, dan kita yang telah dibenarkan oleh anugerahNya seharusnya menolong orang lain agar juga dibenarkan oleh Kristus, bukan menjadikannya "tolak ukur" kerohanian kita.