28 August 2017

Mengapa Orang Percaya Mengalami Masa Yang Sukar

sabdanya.com - Sangatlah mudah untuk bersukacita saat semuanya adalah baik namun akan sangat sulit sekali ketika yang terjadi adalah sebaliknya. Orang yang sedang dihibur ketika mengalami masa yang sukar akan berkata pada penghiburnya bahwa memang mudah mengatakanya tetapi sangat sulit untuk melakukannya.

Tetapi memang demikianlah kebenarannya bahwa Tuhan akan menyatakan diriNya di dalam situasi yang sukar bila kita mengarahkan mata kita kepada Tuhan dan bukan kepada masalah yang sedang dihadapi, Tuhan berkata mata kita harus selalu tertuju kepadaNya dan kita akan melihat apa yang Tuhan kerjakan di dalam dan melalui masa-masa yang sukar kita alami. Di masa-masa sukar bisa tercipta keintiman yang sangat dalam dan kuat dengan Tuhan dan kita tidak boleh berpikir bahwa kita sedang mengalami kutukan dari Tuhan karena hal ini sangatlah jauh dari kebenaranNya.

Ketika segala sesuatunya baik, kita cendrung melupakan Tuhan dan tidak fokus kepadaNya melainkan kepada keberhasilan hidup kita. Namun bukan berarti masa yang sukar Tuhan ciptakan agar kita kembali fokus kepada Dia tetapi memang Tuhan dapat memakai masa yang sukar agar kita kembali fokus kepadaNya.

Masa yang sukar terjadi bukan juga karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Jika kita berpikir demikian maka setan akan senang akan hal itu dan dia akan terus meningkatkan pikiran itu di dalam kita sehingga kita semakin melihat Tuhan sebagai Tuhan yang jahat yang selalu menghukum umatNya. Kita harus mengingat di dalam Mazmur 34:19 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;.

Ketika Ayub dituduh teman-temannya bahwa ia mengalami semuanya itu karena ia telah berdosa, Tuhan justru menjadi marah kepada mereka yang berbicara tidak sesuai dengan kebenaran. Ayub tidak berpikir bahwa apa yang ia alami karena dosa atau bukan tetapi ia memilih untuk sujud dan menyembah Dia. Ayub 1:20 "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,"

Pada masa yang sukar, kita juga harus mewaspadai hal-hal atau orang-orang yang justru akan membuat kita patah semangat. Kehilangan semangat membuat kita menjadi semakin lemah dan dapat jatuh kepada pikiran dan perbuatan dosa. Kita harus mempercayai Tuhan sepenuhnya dan menjaga semangat kita di dalam Tuhan. Bila kita merasa mulai kehilangan semangat, selalu kembali kepada Tuhan dan memohon untuk Dia menguatkan kita dengan tetap bersemangat mengahadapi apapun yang sedang terjadi.

Pada masa yang sukar, Tuhan dapat mempersiapkan kita agar dapat melihat Tuhan, rancanganNya dan kehendakNya dalam hidup kita. Sesungguhnya sebelum semuanya itu terjadi, Tuhan telah terlebih dahulu memberi tahu kita dan mempersiapkan kita untuk menghadapinya. Roma 5:3-4 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Masa-masa yang sukar pastinya akan berlalu, tidak akan berlangsung selamanya. Mazmur 30:5 "Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai." Yesus sendiri mengalami siksaan sedemikian rupa, mati namun pada akhirnya bangkit dan naik ke sorga. Seorang ibu yang mengalami sakit bersalin sedemikian rupa akhirnya bersukacita setelah anak itu lahir. Sebab itu kita harus bersabar di saat masa-masa sukar, nantikan masa-masa sukacita yang dari Tuhan.

Sadrakh, Mesak dan Abednego mengalami masa yang sukar dimana mereka dimasukkan kedalam perapian yang sangat panas tetapi Tuhan membiarkan itu terjadi dengan pertolonganNya yang sempurna. Tuhan membuat mereka keluar dari api tanpa mengalami sakit sedikitpun. Ya, ada masanya kita harus masuk kedalam tungku api tetapi tetaplah lihat dan nantikan kemenangan di dalam Dia yang pasti menjaga kita dan mengeluarkan kita dari tungku api itu.

Tuhan memenag kendali atas seluruh aspek kehidupan kita dan Tuhan pasti sanggup untuk menolong dan melepaskan kita. Tidak ada satupun yang terjadi di dalam hidup kita tanpa sepengetahuan Tuhan atau terjadi kemudian Tuhan sendiri kaget karena hal itu terjadi, tidak ada. Semua ada dalam kendali dan kedaulatan Tuhan. Sebab itu kita harus memiliki iman bahwa apapun yang terjadi, yang penting bukan masalah itu tetapi bersama siapa kita menghadapi masalah itu.

Bersama Yesus kita cakap menanggung segala perkara.