29 September 2017

Apakah Tomas Seorang Peragu

sabdanya.com - Kita sering mendengar para pengkhotbah berkata "janganlah menjadi seperti Tomas yang meragukan Tuhan Yesus, yang percaya setelah melihat"

Hal ini disampaikan berdasarkan pernyataan Tomas ini:
(Yohanes 20:25) Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."



dan dengan melihat pernyataan Tuhan Yesus ini:
(Yohanes 20:29) Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Cukup banyak yang sepertinya "memojokkan" Tomas sebagai seorang murid Tuhan yang tidak boleh dicontoh oleh orang percaya. Bukankah pernyataan-pernyataan "jangan jadi seperti Tomas" menunjukkan bahwa Tomas itu seorang yang kacau dan salah besar?

Padahal, bila kita melihatnya dari berbagai aspek, kita tetap dapat melihat banyak hal yang baik dari Tomas ini dan sebenarnya kita telah terlalu "memojokkan" Tomas sehingga tidak lagi melihat murid-murid lain yang sebenarnya juga ragu dan tidak benar-benar percaya akan kebangkitan-Nya. Kita akan melihat hal ini terlebih dahulu.

Pagi-pagi benar, perempuan-perempuan datang ke kubur Yesus dan mendapati kuburnya kosong. Setelah mendengarkan apa yang dikatakan malaikat, mereka menceritakannya kepada murid-murid dan kepada yang lainnya.

(Lukas 24:10) Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.

Apakah mereka percaya kepada perkataan perempuan-perempuan itu? TENTU SAJA TIDAK.

(Lukas 24:11) Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.

Mereka tidak percaya akan perkataan perempuan-perempuan itu, mereka tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. Lalu apa bedanya dengan Tomas? Mengapa Tomas saja yang "dipojokkan"?

Petrus juga melakukan yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Tomas. Mendengar itu, ia merespon untuk "memastikan" berita yang ia dengar dari para perempuan itu.

(Lukas 24:12) Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Pada dasarnya apa yang dilakukan Petrus adalah sama dengan apa yang dilakukan Tomas. Petrus juga perlu bukti, perlu memastikan kebenaran itu dengan melihat ke kubur itu, melihat kain dan tetap saja setelah ia melihat kubur yang kosong itu ia tidak juga percaya karena tetap bertanya-tanya apa yang telah terjadi.

Lalu, bagaimana Tuhan Yesus merespon pernyataan Tomas "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."? Yesus yang kemudian menampakkan diri lagi kepada para murid dan Tomas memenuhi permintaan Tomas. 

(Yohanes 20:27) Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Bukankah sungguh indah respon dari Tuhan Yesus ini? tetapi mengapa kita menanggapi atau menafsirnya begitu berbeda dengan Tuhan Yesus sendiri? Yesus meneguhkan agar Tomas benar-benar percaya bahwa kebangkitannya bukanlah isapan jempol dan dapat dibuktikan secara nyata. Bukankah kita memang harus "hati-hati" terhadap berita yang kita dengar agar kita tidak salah atau tersesat karena mempercayai berita begitu saja?

Bila kita melihat jauh kebelakang, kita juga dapat melihat sosok Musa yang terus menerus meminta bukti bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhan dan bukan yang hanya mengaku Tuhan. (Keluaran 4)

Terlebih lagi di zaman sekarang ini, kita tidak boleh sekedar mempercayai apa yang kita dengar seperti bila ada yang mengatakan bahwa Tuhan akan datang tahun sekian, Tuhan menampakkan diri disitu atau disana. Kita harus dengan cermat mengujinya dan bila tidak kita bisa menjadi tersesat.



Lalu apakah maksud Tuhan dengan perkataanNya "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." di dalam Yohanes 20:29? Sesungguhnya, kitalah yang dimaksudkan akan berbahagia karena kita umatNya percaya bahwa Ia mati dan bangkit walaupun kita tidak melihat buktinya sebagaimana Yesus memang menampakkan diri kepada para murid untuk "membuktikan" bahwa apa yang Ia katakan adalah benar.