08 September 2017

Bagaimana Yosua Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan

sabdanya.com - Setelah mengalami kekalahan dari orang-orang Ai, bangsa Israel menjadi tawar hati.

(Yosua 7:5) Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Kekalahan dari perang itu sendiri sudah sangat buruk bagi orang Israel tetapi menjadi tawar hati dengan amat sangat sesungguhnya membuat menjadi jauh lebih buruk lagi.

Namun kisah peperangan dengan orang-orang Ai bukanlah kisah sad-ending melainkan kisah yang happy-ending. Yosua pada akhirnya berhasil memenangkan peperangan dengan Ai bahkan menghancurkan kota itu rata dengan tanah.

Bagaimana Yosua mengubah kekalahan menjadi kemenangan yang gilang gemilang?

Pertama, Yosua merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Yosua bersama dengan para tua-tua Israel menyikapi kekalahan ini dengan sujud di hadapan Tuhan. Mereka merendahkan diri dihadapan Tuhan dan bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini terjadi.

(Yosua 1:6) Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya.

Merendahkan diri, sujud dan berdoa kepada Tuhan adalah kunci utama untuk mengubah kekalahan menjadi kemenangan di dalam segala aspek kehidupan kita. Tetapi tentu saja sujud dan berdoa tidak dilakukan hanya karena kita mengalami kekalahan dan ingin Tuhan merubahnya menjadi kemenangan. Sujud dan berdoa adalah elemen utama dalam hubungan kita dengan Tuhan. Menghadapi perkara kecil maupun besar, kita seharusnya selalu sujud dan berdoa kepada Tuhan.

Kedua, Yosua "membereskan" dosa yang ada.

Akhan adalah "penyebab" kekalahan bangsa Israel terhadap Ai, ia telah berdosa dengan melanggar perjanjian dengan Tuhan.

(Yosua 7:11) Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. 

Dan Yosua "membereskan" akar masalahnya,

(Yosua 1:25) Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.

Dosa adalah penghambat utama untuk mengalami berkat, pertolongan dan mujizat Tuhan di dalam hidup kita.

(Yesaya 59:2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Maka kita harus bertobat dari segala dosa kita, akui dihadapan Tuhan dan mohon anugerah Tuhan di dalam hidup kita. Darah-Nya berkuasa menyucikan kita sehingga tidak adalagi yang menjadi penghambat ataupun pemisah antara kita dengan Tuhan.

(1 Yohanes 1:9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Ketiga, Yosua "mendownload" strategi perang dari Tuhan

Setelah sebelumnya Yosua tanpa mendapatkan strategi Tuhan (langsung menggunakan strategi kemenangan yang lama), kini Yosua menyadari bahwa Tuhanlah yang memberikan kemenangan dan Yosua dan seluruh pasukannya hanya melakukan bagiannya tetapi Tuhan sendirilah yang memberikan kemenangan. Kini Yosua mendengarkan Tuhan apa yang harus dilakukan untuk mengalahkan orang-orang Ai tanpa memandang besar atau kecilnya pasukan orang-orang Ai, ia memperhatikan dan melakukan baik-baik strategi perang dari Tuhan.



(Yosua 8:1) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya, (2) dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu."

Tuhan berfirman agar Yosua tidak takut dan tawar hati (oleh karena peperangan yang lalu), tetapi bawalah seluruh (bukan sebagian kecil karena pasukan lawan tidak besar), dan Tuhan menyerahkan Ai sepenuhnya bila Yosua melakukan tepat seperti apa yang Tuhan perintahkan.

Di dalam kehidupan kita, seharusnya kita mendengarkan apa yang Tuhan kehendaki, apa yang Tuhan mau kita lakukan dan bukan apa yang kita mau lakukan.