Pages

10 September 2017

Elia dan Janda di Sarfat

Elia dan Janda di Sarfat

1 Raja-Raja 17:7-24

Hidup seorang percaya haruslah hidup berdasarkan firman Tuhan dan meninggalkan prinsip, nilai-nilai, filsafat yang bertentangan dan tidak memuliakan Tuhan.

Kolose 2:7-8
(7) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
(8) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.



ELIA HIDUP DENGAN FIRMAN TUHAN
(8) Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
(9) Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.

ELIA MENTAATI FIRMAN TUHAN
(10) Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."

JANDA DI SARFAT MERESPON FIRMAN TUHAN (HIDUP DENGAN FIRMAN TUHAN)
(12) Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
Tuhan memakai siapapun (termasuk yang bukan umat pilihan)

(Lukas 4:25) Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

(26) Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Janda di Sarfat bukanlah seorang Yahudi yang hidup dalam komunitas penyembahan berhala merespon firman Tuhan dengan berkata "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup” artinya dia percaya bahwa Tuhan yang disembah Elia itu hidup dan benar dan dia juga dapat mengenali bahwa Elia adalah hamba Tuhan.

JANDA DI SARFAT TAAT PADA FIRMAN TUHAN
(12) Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
Janda di Sarfat taat kepada firman Tuhan untuk menyediakan makanan dan minuman untuk Elia namun dia memang masih lemah dalam imannya sehingga ia melihat kepada keadaan natural bahwa ia memang tidak memiliki banyak persedian untuk diberikan.

Dasar kita untuk memberi adalah untuk memuliakan Tuhan dan bukan untuk mendapatkan berkali-kali lipat.

(Matius 10:42) Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."



BERKAT KETAATAN
(14) Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
(15) Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
(16) Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

HIDUP DALAM FIRMAN DAN KETAATAN, TIDAK BERATI HIDUP TANPA MASALAH.
(17) Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
(18) Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"

MASALAH ADALAH “CARA TUHAN” AGAR MUJIZAT YANG LEBIH BESAR DINYATAKAN

BERKAT DAN MUJIZAT UNTUK KEMULIAAN TUHAN
(22) TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
(23) Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
(24) Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."