05 September 2017

Kesaksian Yang Memuliakan Tuhan

sabdanya.com - Bila Anda adalah Daud yang mengalahkan Goliat dan kemudian Anda diminta untuk memberikan kesaksian, bagaimanakah Anda akan menyampaikan kesaksian itu? Katakanlah begini kesaksian Anda itu "Saya datang ke medan pertempuran untuk membawakan makanan bagi saudara-sauadara saya. Saya mendengar Goliat berteriak-teriak menantang dan merendahkan barisan tentara Isarel, semua pahlawan dan bahkan raja juga menjadi takut. Tetapi saya tidak takut, saya menawarkan diri saya untuk menerima tantangan Goliat. Saya telah mengalahkan beruang dan singa, saya memiliki pengalaman yang cukup untuk itu. Saya tidak memerlukan perlengkapan perang, cukup dengan umbanku pasti dapat menjatuhkan Goliat. Setelah Raja Saul mengizinkan saya untuk menerima tantangan dan maju melawan Goliat, tanpa ragu dan takut sedikitpun, saya maju dengan kepercayaan diri yang tinggi dan mulai mengayun umbanku. Pokkkk, tepat mengenai jidatnya dan jatuhlah Goliat terkapar di tanah meregang nyawa. Saya sanggup mengalahkan Goliat, saya berani, saya tidak takut, saya berpengalaman, saya hebat, kemenangan menjadi milik saya."




Bagaimanakah Anda membaca contoh kesaksian itu? Terdengar keren bukan???? Tetapi yang menjadi pertanyaan dari contoh kesaksian tersebut adalah, siapakah yang menjadi tokoh utama dari kesaksian itu? Anda. Siapakah yang hebat luar biasa dalam kesaksian itu? Anda. Siapakah yang dimuliakan di dalam kesaksian itu? Anda. Dimanakah Tuhan dalam kesaksian itu? Tidak ada. Apakah Tuhan dimuliakan melalui kesaksian itu? Tidak. Padahal, siapakah yang memungkinkan semuanya itu terjadi? Tuhan. Dapatkah Daud mengalahkan Daud tanpa Tuhan? Tidak. Apakah pengalamannya memang cukup untuk memampukannya melawan Goliat? Tidak. Apakah umbannya begitu ajaib sehingga Goliat langsung terkapar dan mati? Tidak.

Pada kenyataannya, Daud memang menyatakan bahwa ia memiliki pengalaman (untuk meyakinkan raja Saul) tetapi sesungguhnya Daud menyatakan bahwa ia pasti sanggup karena Tuhan dipihaknya. Daud berkata di dalam 1 Samuel 17:45 "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." Daud memuliakan Tuhan melalui perkataannya bahwa ia maju melawan Goliat hanya dengan nama Tuhan. Tuhanlah yang membuatnya mampu menjatuhkan Goliat.

Saat kita dalam peperangan kehidupan kita dan kita mengalami pertolongan Tuhan yang ajaib, tanpa kita sadari ketika kita menyaksikannya kita justru banyak menonjolkan "Saya" dalam kesaksian kita itu. Seharusnya kita justru banyak menyatakan "Tangan Tuhan" dalam peperangan dan pergumulan hidup kita. Maka kita perlu berhati-hati ketika kita hendak memberikan kesaksian. Kita harus ingat bahwa Tuhan adalah tokoh utama dari kesaksian kita, Tuhanlah yang mengerjakan semuanya itu, Dialah yang berperang bagi kita, kita hanya menerima kemenangannya; itulah sebabnya kita disebut umat pemenang bahkan lebih dari pemenang. Kita hanya melakukan bagian kita yang kecil tetapi Tuhanlah yang melakukan bagian terbesar. Sebab itu pastikan bahwa kita tidak menonjolkan "peran kita" dalam menyaksikan kemenangan atas pergumulan kehidupan kita tetapi tetap Tuhan yang ditonjolkan, ditinggikan dan dimuliakan.