Pages

13 September 2017

Memandang Yesus

sabdanya.com - MEMANDANG KEPADA YESUS, MENERIMA…
Ditengah kehidupan kita, kita mengalami berbagai hal yang tidak kita harapkan. Sakit penyakit, krisis keuangan, masalah keluarga maupun pekerjaan, bisa silih berganti menyerang kehidupan kita. Sakit penyakit itu nyata dan kita tidak bisa berpura-pura seolah-olah itu tidak ada. Krisis keuangan itu nyata, kita tidak bisa menganggap semuanya baik-baik saja, masalah keluarga dan pekerjaan kita juga nyata dan kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Syukur di dalam Yesus Kristus, kita selalu mendapatkan jawaban atas apapun yang menjadi pergumulan kehidupan kita. Besar atau kecil, tidak ada yang terlalu besar ataupun terlalu kecil sehinggan Tuhan akan berdiam diri saja. Ia akan bertindak atas segala permasalahan dan pergumulan hidup kita.




Orang-orang yang mengajarkan berpikir positif akan mengajarkan untuk melihat semuanya dari sisi positif bahwa pasti ada yang baik dari segala yang kita alami. Seoran gmotivator akan memberikan dorongan agar kita kuat menghadapi segala persoalan. Tetapi Yesus Kristus memberikan jaminan bahwa jawaban atas segala permasalahan dan pergumulan itu adalah dengan MEMANDANG KEPADANYA.

Apakah artinya memandang kepada Yesus? Memandang kepada Yesus adalah “memandang kepada Yesus” sederhana, tidak ada penjelasan lain. Lalu, kemenangan apa yang kita dapatkan dengan memandang kepada Yesus?

Memandang kepada Yesus, kita menerima KESEMBUHAN
Bilangan 21:9 “Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Dalam perjalanan orang Israel keluar dari Mesir, saat mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat menahan hati mereka lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa (Ayat 4-5). Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati

Ular-ular itu nyata dan akibatnya pun nyata, “mati.” Dan jawaban atas masalah ini begitu sederhana sekali, hanya dengan memandang kepada ular tembaga itu (siapapun) akan tetap hidup.

Ular yang ditaruh pada tiang itu merupakan gambaran akan salib dan tembaga itu berarti penghakiman/penghukuman. Dengan kata lain, ular itu-masalah yang mereka hadapi- telah dihakimi/diselesaikan di salib.

Siapapun yang matanya fokus kepada ular tembaga itu, tetapi hidup. Siapaun yang matanya fokus kepada sakit mereka akan mati. Jadi berhentilah melihat kepada keadaan kita, bukan berarti berpura-pura bahwa sakit itu tidak ada, tetapi lihatlah kepada Yesus yang sudah menyelesaikan segala sakit dan penyakit kita. (Yesaya 53:4)

Memandang kepada Yesus, kita menang atas segala KEINGINAN DOSA
“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Setiap hari kita berjuang melawan segala keinginan dosa di dalam diri kita. Kita berkata ingin selalu berkata-kata yang baik, tapi sepertinya diluar kendali kita, kita justru mengatakan kutuk kepada orang lain. Kita ingin menahan emosi kita dengan menjadi lebih sabar, tetapi kita justru lebih sering mudah marah. Persoalan kecil ataupun besar, tanpa dapat kita kendalikan diri kita, kita memuaskan emosi kita. Kita ingin menjauhkan diri dari segala kenajisan, tetapi tiba-tiba kita memikirkan hal-hal yang cabul. Kita selalu dibawa kepada segala bentuk pornografi saat kita berkomitmen untuk meninggalkan semuanya itu. Sadarkah kita semakin kita berjuang melawannya dengan segala kekuatan kita, kita justru semakin terperosok kesana. Demikianlah Paulus mengatakannya, apa yang tidak dia inginkan justru dilakukan.

Paulus dengan tegas mengatakan bahwa Yesus yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut kita ini. Ayat 24-25, dengan memandang kepada Yesus kita mendapatkan kekuatan untuk lepas dari semuanya itu karena di kayu salib semua keinginan dosa kita itu sudah dipakukan. Kita tidak lagi fokus melihat kepada keinginan dosa yang terjuang berjuang di dalam diri kita. Tetapi melihat kepada Yesus yang telah menanggung segala sesuatunya di kayu salib. Memandang kepada Yesus kita menang atas tubuh maut.

Memandang kepada Yesus, kita melihat KUASA dan KEMULIAAN
Mazmur 63:3 “Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

Daud memberikan kepada kita sebuah rahasia untuk menerima kuasa dan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Daud berkata, memandang kepada-Mu aku melihat kekuatan/kuasa dan kemuliaan-Mu.

Selama ini kita telah memikul sebuah kuk yang begitu berat. Kita berpikir bahwa kita harus hidup begitu kudus dan sucinya agar dapat melihat kuasa Allah dinyatakan dalam hidup kita. Kita berpikir bahwa kita harus memberikan persembahan yang begitu besar sehingga kita dapat melihat kausa Allah dinyatakan dalam hidup kita. Benar kita harus hidup kudus dan suci bagi Tuhan karena memang kita telah dipanggil untuk itu. Benar kita harus memberi yang terbaik bagi Tuhan karena kasih kita kepada-Nya dan untuk memuliakan-Nya, tetapi itu semua bukanlah standar agar kita dapat menerima kuasa dan kemuliaan-Nya. Memandang kepada Yesus kita dapat menerima segala kuasa dan kemuliaan-Nya dalam hidup kita karena di dalam Yesus segala sesuatunya adalah sempurna. Sebagaimana adanya Yesus, demikianlah kita yang sudah ada di dalam Dia.