20 September 2017

Mengapa Kita Harus Selalu Merindukan Hadirat Tuhan

sabdanya.com - Pemazmur di dalam Mazmur 84:10 mengatakan "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."

Pemazmur menyatakan kerinduannya yang terbesar adalah di pelatarannya Tuhan dan ini jauh lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain. Pada kenyataannya, lebih banyak orang yang memilih untuk menghadiri pesta, pergi ke mall, menonton ke bioskop, berekreasi ke Puncak, traveling, atau bahkan melanjutkan tidurnya ketika seharusnya beribadah di gereja. Tetapi bila pemazmur akan memilih berdiam di pelatan Tuhan dibandingkan tempat lain, maka pasti ada sesuatu yang luar biasa sehingga pilihan itu dibuat. Apakah indahnya dan luar biasanya berada di pelatarannya Tuhan?

Pertama, orang-orang yang berdiam di hadirat Tuhan akan berbahagia

Mazmur 84:5 Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.




Apakah arti kebahagian bagi Anda? memiliki rumah dan mobil mewah? uang yang melimpah? liburan keliling dunia? menikmati makanan yang terlezat yang ada di dunia ini? atau apakah yang menjadi arti kebahagian bagi Anda? Jika itu semua adalah yang membuat Anda bahagia? maka apakah Anda akan tetap bahagia bila semua itu tidak terpernah tercapai atau apakah tetap bahagia ketika semua itu telah selesai dan hanya tinggal kenangan?

Bila semua itu yang menjadi penentu dan standar kebahagiaan maka pastilah ketika semuanya itu tidak maka kebahagiaanpun hilang. Tetapi sesungguhnya bagi orang-orang yang percaya, kebahagiaan sejati ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tinggal di dalam hadiratnya dan selalu menikmati kasih dan sukacitanya memberikan damai dan kebahagiaan sejati yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini.

(Yohanes 14:27) Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kedua, orang-orang yang berdiam di hadirat Tuhan akan mendapatkan kekuatan dari Tuhan

Mazmur 84:6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Bagaimakah Yusuf dapat bertahan dengan berbagai peristiwa berat dalam hidupnya; dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara. Jikalau bukan karena visi dari Tuhan dan jikalau bukan Tuhan yang menjadi kekuatannya maka tidak mungkin Yusuf menang atas segala kesukaran itu di dalam hidupnya. Bagaimanakah mungkin Daud yang bukan seorang pahlawan perang dapat mengalahkan goliat? tentu bukan karena tokat dan umbannya tetapi karena Daud menjadikan Tuhan sebagai kekuatannya. Bagaimanakah kita dapat bertahan dan menang di dalam segala pergumulan dan persoalan kehidupan kita, tentu saja jika Tuhan adalah kekuatan kita dan bagaimana kita mendapatkan kekuatan dari Tuhan adalah dengan tinggal di dalam hadiratNya.

Ketiga, orang-orang yang berdiam di hadirat Tuhan akan selalu diberkati sekalipun di masa sukar

Mazmur 84:7 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Sebagai orang percaya tentu saja hidupnya tidak akan selalu mengalami keadaan yang baik-baik saja, akan ada masa-masa yang sukar kita alami. Tetapi bagi orang percaya yang menjadi issue utama bukanlah keadaan yang baik atau sukar melainkan bersama siapa kita menghadapinya.

Pemazmur berkata bahwa sekalipun berada di lembah baka akan dijadikan tempat yang bermata air, artinya berkat Tuhan dalam segala keadaan akan menyertai kita dan kita menikmatinya. Tuhan mengasihi semua orang tetapi menyelamatkan orang-orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat dan Dia juga memberkatinya.

Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Keempat, orang-orang yang berdiam di hadirat Tuhan, Tuhan adalah perisainya dan hidupnya dipenuhi dengan kebaikan Tuhan

Mazmur 84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.




Mengapa Yusuf sekalipun adalah seorang budak tetapi dipercaya menjadi pemimpin di rumah Potifar? karena Tuhan adalah perisainya dan ada kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Mengapa Yusuf sekalipun di dalam penjara tetapi menjadi pemimpin di dalam penjara itu? karena Tuhan adalah perisainya dan ada kebaikan Tuhan dalam hidupnya.

Jika Tuhan adalah perisai kita dan kebaikan Tuhan menyertai seluruh kehidupan kita, maka apapun keadaan kita, dimanapaun kita, tidak perduli seberapa banyak orang yang mencoba menjatuhkan kita, kita akan terus dibawanya naik sesuai dengan kehendak dan rencanaNya.

Sebab itu, bayarlah berapapun harganya untuk dapat menikmati kebersamaan dan keintiman dengan Tuhan di dalam hadiratNya. Baik itu saat beribadah di hari minggu, mezbah keluarga dan terlebih lagi untuk bisa one on one dengan Tuhan karena kita tidak dapat hidup tanpa Tuhan, tanpa kasih dan kuasanya.

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Janganlah kita sibuk ngobrol dengan kiri atau kanan, asik membaca pesan di whatsapp atau BBM, atau memainkan gadget kita. Itu semua membuat kita tidak benar-benar berada di dalam hadiratNya.