12 September 2017

Mengapa Tuhan Membenci Esau

sabdanya.com - Mendengar orang lain berkata "membenci" kita, tentu akan langsung menusuk hati kita.

Bukankah lebih menakutkan bila kita mendengar Tuhan yang penuh kasih itu "membenci" kita? Bagi saya ini adalah kata paling menakutkan yang tidak ingin saya dengar. Tetapi mengapa Tuhan membenci Esau sebagaimana tertulis dalam Maleakhi 1:

(2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub

(3) tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun." 



dan kembali dikutip dalam Roma 9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

Allah itu adalah kasih dan tidak ada perubahan di dalam diriNya dan hal ini jelas di dalam 1 Yoh 4:8 "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." Lalu apa sebenarnya masuk bagian firman Tuhan ini?

Yang pertama kita harus menolak bahwa Allah benar-benar membenci Esau karena hal itu akan bertentangan dengan Allah yang adalah kasih, maka kita harus menggalinya dengan sebaik-baiknya agar kita dapat memahami maksudnya dengan benar.

Dengan melihat konteksnya di Maleakhi 1, ayat ini sesungguhnya sedang mengacu perihal pemilihan Allah untuk suatu bangsa yang akan Dia khususkan untuk menjadi milik kepunyaanNya. Untuk ini, Allah telah memilih Israel, yaitu Yakub dan bukan Edom yaitu Esau. Sama halnya ketika Tuhan memilih Nuh untuk diselamatkan dari air bah atau Abraham dipilih untuk menjadi Bapa bagi banyak bangsa dan bukan yang lain. Dengan menggunakan model kalimat yang sama, dapat dikatakan "Tuhan mengasihi Nuh dan membenci semua yang lain" dan "Tuhan mengasihi Abraham dan membenci semua yang lain." Tentu saja tidak demikian maksudnya melainkan "Tuhan memilih Nuh dan Abraham dan tidak yang lain. Tetapi Tuhan memakai Nuh dan Abraham agar yang lain juga mengenal Tuhan.

Maka dengan jelas kita dapat memahami bahwa apa yang dimaksudkan disini adalah dalam konteks pemilihan suatu bangsa yang akan menjadi umat pilihan-Nya yang Dia khususkan agar melalui bangsa ini yaitu Israel pada akhirnya semua bangsa juga akan menjadi milik kepunyaan Tuhan. Sehingga jelas sekali ini bukan "membenci" dalam konteks perasaan emosional melainkan Allah lebih memilih Israel yaitu Yakub dan keturunannya dari pada Edom yaitu Esau dan keturunannya.

Namun hal lain yang perlu diluruskan disini adalah bahwa pemilihan ini bukanlah pemilihan kesalamatan individual tetapi hanya penetapan sebuah bangsa pilihan dimana Israel sebagaimana dari awal pemanggilannya dimulai dari Abraham telah ditetapkan tujuan pemilihannya yaitu di dalam Kejadian 12:1-3. 

(1) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. (3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Jelas sekali pemilihan ini bukanlah individual melainkan status suatu bangsa yang juga harus menjadi berkat bagi banyak bangsa lain yang tidak mengenal Allah. Karena ketika orang-orang Israel "membanggakan" status mereka sebagai keturunan Abraham, Tuhan Yesus dengan tegas berkata bahwa mereka tidak secara otomatis menjadi "merdeka" dari dosa.

Yohanes 8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Dan lebih tegas lagi Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 3:9 "Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!"