11 September 2017

Mengapa Tuhan Tidak Menerima Persembahan Kain

sabdanya.com - Kisah Kain dan Habel sangat menarik karena setelah kelahiran mereka hal selanjutnya yang dikisahkan di dalam alkitab adalah perihal memberikan korban persembahan kepada Tuhan. Tidak ada sedikitpun bagaimana kisah mereka sebelumnya di Kejadian 4 ini, tetapi kita langsung disuguhkan kisah persembahan mereka dan tragedi yang terjadi kemudian setelah persembahan itu.

(3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; (4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,




Keduanya mempersembahkan korban pesembahan menurut hasil usaha mereka. Kain sebagai petani dan mempersembahkan hasil pertaniannya. Habel sebagai gembala mempersembahkan hasil peternakannya. Namun, walau sama-sama memberikan persembahan tidak berarti kedua-duanya diterima oleh Tuhan. Kain dan persembahannya ditolak sedangkan Habel dan persembahannya diterima.

ternyata ada persembahan yang diterima dan ada persembahan yang tidak diterima.

Sekali lagi bahwa tidak ada penjelasan sebelumnya maupun sesudahnya mengenai kisah hidup mereka tetapi kita langsung diperhadapkan pada kisah memberikan persembahan ini dan melihat ada persembahan yang diterima dan ada yang ditolak. 

Pertanyaannya adalah: mengapa persembahan Kain ditolak tetapi persembahan Habel diterima?


Untuk mengerti akan hal ini, ada beberapa aspek yang kita dapat lihat

Yang pertama adalah: apakah persembahannya ditolak karena jenis persembahannya?
Memang sejak awal manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan sendiri yang "mempersembahkan" sebuah binatang agar kulitnya yang berlumuran darah itu menutup bungkus Adam dan Hawa yang berdosa, ini adalah sebuah gambaran akan penebusan manusia oleh darah. Namun tidak berarti persembahan dari hasil pertanian tidaklah berkenan kepada Allah dan hanya persembahan korban binatang saja yang Ia terima. Selain itu, tidak ada sedikitpun dijelaskan bahwa Tuhan menolak persembahan Kain karena persembahannya bukan korban binatang. Dan bila hanya korban binatang yang diterima oleh Tuhan, maka tidak ada korban persembahan yang ia dapat berikan karena ia adalah seorang petani.

Yang kedua adalah: apakah persembahannya ditolak karena kualits persembahannya?
Bila kita melihat dengan jelas bahwa dikatakan "Kain mempersembahkan sebagian" dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dan lemak-lemaknya" seolah-olah kita melihat ada perbedaan kualitas persembahan. "sebagian" dengan yang "sulung, lemak-lemaknya" tetapi apakah benar ini menjadi alasannya? dapatkah kita mendefinisikan sebagian? 10%? 30%? 50%? atau berapa? tentu saja tidak bisa kita katakan demikian karena memang Alkitab tidak menjelaskannya. Dan untuk Habel "yang sulung, lemak-lemaknya" memang berarti seluruhnya. Tetapi apakah seluruh disini berarti seluruh anak kambingnya? tentu saja tidak, hanya satu saja. Dan kata "lemaknya" jelas sesuai dengan jenis korbannya, anak kambing tentu memiliki lemak. Hal ini tidak terlihat menjadi alasan atau penyebab yang kuat kenapa Tuhan menolak persembahan Kain.

Yang ketiga adalah: apakah persembahannya ditolak karena hatinya/imannya?
Di dalam Ibrani 11:4 sepertinya kita mendapatkan titik terangnya. "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati." Pembeda persembahan Habel dan Kain adalah pada imannya. Habel memberikan korban persembahannya dengan iman dan ini menjadikan korban persembahannya lebih baik dari Kain (bukan jenis atau kualitasnya, tetapi iman yang membuat korban Habel lebih baik dari Kain). Kita dapat menarik kesimpulan bahwa Kain tidak memberikan korban persembahannya dengan iman dan tanpa iman segala sesuatu adalah dosa/Tuhan tidak berkenan "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah..." Ibrani 11:6.

Kita juga dapat melihat hal lain dari Kain yaitu ia tidak ingin "dikoreksi" oleh Tuhan. (Kejadian 4:6) Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Tuhan perduli kepada Kain dan ingin ia mengerti apa yang harus dilakukan agar menyenangkan Tuhan. Lebih lanjut Tuhan mengingatkan Kain agar ia berbuat baik  (Kejadian 4:7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Tetapi Kain memilih kesombongan dan kekerasan hatinya, ia tidak mau mendengarkan Allah yang mengkoreksi dirinya dan ia memilih untuk berbuat jahat dengan membunuh Habel adiknya itu.

Dapatkah kita menyenangkan Tuhan dengan korban persembahan kita? Tentu saja dapat. Dapatkah Tuhan menolak korban persembahan kita? Tentu saja dapat. Dia tidak akan otomotis menerima persembahan kita, Ia ingin kita memberikan korban persembahan kita; apapun itu, dengan iman sepenuhnya karena tanpa iman kita tidak dapat berkenan kepada Allah.