28 September 2017

Mengapa Yesus Membiarkan Lazarus Mati

sabdanya.com - Kita dapat membaca di kitab injil bagaimana Yesus selalu tergerak oleh belas kasih dan dengan demikian Ia menjawab setiap seruan orang-orang yang membutuhkan-Nya untuk mujizat yang mereka butuhkan.

Yohanes 11:3 "Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."




Namun ketika Ia mendengar kabar tentang Lazarus yang sakit, Ia tidak segera mendatanginya dan akhirnya Lazarus mati. Mengapa Yesus yang selalu mendemonstrasikan kuasa-Nya karena kasih-Nya kepada orang-orang membiarkan Lazarus sampai mati?

Yohanes 11:17 "Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur." 

Pertanyaan orang-orang skeptik adalah mengapa Tuhan yang baik membiarkan yang jahat terjadi di muka bumi ini dan kematian Lazarus ini menjadi salah satu bukti bahwa Tuhan membiarkan yang jahat "kematian". Yesus dengan sengaja menunda kedatangannya untuk menyembuhkan Lazarus

Yohanes 11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."

Tentu saja bukan karena Tuhan itu "jahat" atau membiarkan yang jahat "menang." Pastilah ada maksud Tuhan mengapa Ia dengan sengaja menunda kedatangannya untuk berdoa dan menyembuhkan Lazarus. Satu hal yang pasti dan harus kita percayai adalah bahwa Tuhan itu apapun yang terjadi dengan kita dan apa yang kita butuhkan karena perihal Lazarus yang sakit dan akhirnya mati bukanlah diluar pengetahuan Tuhan. Tuhan tahu benar bahwa penyakitnya itu akan membawanya kepada kematian maka kematian itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan buat Tuhan.

Yohanes11:11, 14 "Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;"

Murid-murid-Nya tidak mengerti apa yang sedang terjadi atau mengapa itu terjadi, tetapi kita dapat mengetahui mengapa Yesus dengan sengaja menunda kedatangannya bahwa agar melalui kematian ini Ia ingin menyatakan kemuliaan-Nya dan agar melalui hal ini para murid menjadi percaya.
Yohanes 11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Yohanes 11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."

Tidak hanya agar para murid percaya, Tuhan membiarkan Lazarus mati juga adalah agar semua orang yang ada disitu menjadi percaya.


Yohanes 11: 19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. (42) Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." 43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" 44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Kini kita dapat menyimpulkan mengapa Yesus dengan sengaja mendatangi Lazur sehingga ia akhirnya mati adalah agar Ia menyatakan kemuliaan-Nya dan agar agar para murid, Maria dan Martha, dan semua orang disitu menjadi percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus Bapa.

Mungkin saja kita sebagai manusia akan berpikir dan berkata demikian "Tuhan tega sekali untuk kepentingan-Nya, Ia membiarkan Lazarus dan saudara-saudaranya mengalami penderitaan itu." Untuk hal ini, kita harus berhati-hati berpikir dan berbicara tentang Tuhan. Yang pertama, Ia adalah pencipta segala sesuatu dan Ia berdaulat atas segala sesuatu dan segala sesuatu adalah dari Dia dan untuk Dia. Tidak ada sesuatupun yang untuk kita tetapi memang untuk Dia, untuk kemuliaan-Nya.

Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Keberadaan kita adalah untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk kita.

Mazmur 86:9 
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
Mazmur 86:12 
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;
Mazmur 146:2 
Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 

Maka tidaklah salah bila Tuhan mengizinkan hal itu terjadi karena selain untuk kemuliaan-Nya dinyatakan, kita juga dapat menyaksikan mujizat yang lebih besar lagi. Bila Yesus datang tepat waktu maka mujizat yang mereka saksikan adalah mujizat kesembuhan dari sakit penyakit tetapi dengan membiarkannya sampai mati semua orang menyaksikan mujizat kebangkitan dari kematian yang mana hal ini akan meneguhkan kita bahwa Ia berkuasa atas kematian sehingga pastilah Ia juga akan membangkitkan kita dari kematian pada akhir zaman nanti.



Kita memang tidak tahu dan tidak mengerti ketika sesuatu yang buruk atau sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi menimpa kita. Tetapi apapun itu, hendaklah kita tetap percaya bahwa semua ada dalam kendalinya Tuhan dan tidak ada sesuatupun yang terjadi diluar kuasa dan kedaulatan Tuhan. Bila saat ini kita tidak tahu dan mengerti mengapa sesuatu itu terjadi, suatu saat kita akan mendapatkan gambaran utuhnya dan mengerti apa tujuan Allah atas sesuatu itu.