Pages

07 September 2017

Mengapa Yosua Mengalami Kekalahan di Ai

sabdanya.com - Yosua yang melanjutkan kepemimpinan Musa memiliki tugas yang sangat berbeda dengan Musa. Musa membawa Israel keluar dari Mesir tetapi Yosua bertugas memimpin Israel berperang. Peperangan yang sangat heroik ketika mengalahkan dan menguasai Yerikho seharusnya menjadi bukti keperkasaan Tuhan yang berperang untuk mereka dan bila kota yang besar itu dapat ditaklukkan bukankah seharusnya kota kecil tidak akan sulit untuk dikalahkan? tetapi sangat ironis sekali ketika menghadapi kota kecil Ai pasukan Israel justru mengalami kekalahan telak.

(Yosua 7:4) Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.

Mengapa Yosua mengalami kekalah di Ai?

Ada beberapa hal yang dapat kita temukan dan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita saat ini.





Pertama adalah karena ada dosa ketidaktaatan

Orang Israel dikatakan berubah setia karena mengambil barang-barang yang dikhususkan untuk tidak diambil. Adalah Akhan yang sesungguhnya mengambil barang-brang yang dikhususkan tetapi Tuhan memperhitungkannya sebagai dosa dan kesalahan semuanya.

(Yosua7:1) Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.

Di dalam kesetiaan kita sebagai orang percaya, kita harus melakukan tepat seperti apa yang Tuhan minta di dalam hidup kita. Kita tidak mengambil keputusan sesuai dengan kesukaan dan kesenangan kita tetapi sepenuhnya seturut dengan kehendak Tuhan

Kedua adalah karena adanya dosa kesombongan

Orang Israel yang telah mengalami peperangan hebat dan kemenangan gilang gemilang di Yerikho tanpa disadari telah menjadi sombong sehingga menganggap remeh kota Ai yang kecil itu. Mereka telah menjadi percaya kepada diri sendiri, kekuatan mereka sendiri sehingga mereka maju berperang dengan perhitungan mereka sendiri. Akibatnya, mereka mengalami kekalahan yang sangat telak.

(Yosua 7:3) Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."

Ketika kita berhasil melakukan hal yang besar, itu semua karena pertolongan Tuhan dan ketika kita menghadapi hal yang kecil sesungguhnya kita tetap membutuhkan pertolongan Tuhan. Kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri. Untuk hal yang besar maupun kecil, kita harus selalu mengandalkan Tuhan.

Ketiga adalah karena Yosua mengandalkan strategi yang lama

Musa menggunakan strategi mengintai kota dan Yosua terlibat sebagai salah satu pengingatinya. Dan Yosua melihat ini adalah cara yang efektif sebagai strategi perang. Yosua menerapkan hal yang sama untuk menyerang kota Ai. Yosua tidak mendengarkan strategi apa yang Tuhan mau untuk diterapkan.

(Yosua 7:2) Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: "Pergilah ke sana dan intailah negeri itu." Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai.

Kita dapat mensyukur cara-cara Tuhan menolong kita dalam setiap pergumulan kita tetapi kita tidak boleh mem-patternkan cara-cara Tuhan tersebut karena kunci pertolongan kita bukanlah pada pola-pola pertolongan Tuhan melainkan Tuhan sendiri yang menjadi sumber pertolongan kita. Tuhan dapat menyembuhkan dengan hanya berkata-berkata, dapat juga dengan menjamahnya, dan bisa juga Ia mengambil tanah dan meludahinya. Kita tidak boleh berfokus kepada cara-cara, pola-pola ataupun metode-metode pertolongan Tuhan tetapi Tuhan saja pertolongan kita dan Dia saja yang menentukan cara-caranya. Kita harus selalu datang kepada Tuhan untuk diberikan strategi-strategi yang baru. He is a master planner.