19 September 2017

Menyembah

Menyembah

Kebenaran Teologi Menyembah

Tanpa kita sadari, pada umumnya kita telah mengakategorikan menyembah terutama dengan music. Bagaimanakah sesungguhnya kita harus melihat “menyembah”? Seperti apakah sesungguhnya “menyembah” itu?

Bila kita melihat pada beberapa ayat di kitab perjanjian lama berikut ini:
Mazmur 63:3-4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Mazmur 95:6-7 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
Mazmur 96:3-4 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

Kita dapat menyimpul bahwa kita diciptakan untuk menyembah. Kita tidak dapat tidak menyembah. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah siapa atau apa yang kita sembah.
Sekarang marilah kita melihat beberapa ayat di kitab perjanjian baru berikut ini:
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
1 Kor 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Kol 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Perjanjian baru memberikan tiga hal di atas untuk menunjukkan kehidupan yang menyembah tetapi tidak satupun yang berhubungan dengan musik. Semua berbicara tentang kehidupan sehari-hari kita sebagai penyembahan.
Efe 5:18-20 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

In the New Testament there is a stunning indifference to the outward forms and places of worship. And there is, at the same time, a radical intensification of worship as an inward, spiritual experience that has no bounds and pervades all of life. (John Piper)

Di dalam perjanjian lama, kehidupan berjemaat tidak pernah dikatakan sebagai “menyembah” dalam kitab perjanjian baru. Dan kata utama dalam perjanjian lama untuk menyembah (proskuneo) tidak dinyatakan dalam perjanjian baru.

Penyembahan kita kepada Tuhan adalah akhir dari penyembahan itu sendiri dan bukan merupakan jalan untuk menuju sesuatu yang lain; penyembahan itu muncul dari kedalaman hati yang bersyukur dan bersuka di dalam Dia.

Menyembah, baik itu merupakan tindakan nyata dari manusia batiniah kita, atau tindakan kita secara fisik, atau jemaat secara bersama-sama, semuanya adalah mengagungkan Tuhan.
Sebuah tindakan yang menunjukkan betapa mengagungkannya Tuhan itu adalah suatu tindakan yang menyingkapkan atau menyatakan betapa mulianya Dia. Menyembah adalah sepenuhnya untuk merefleksikan betapa berharga dan bernilainya Tuhan.




Kita tidak dapat berkata kepada isteri kita “Saya merasakan kesukaan yang sangat besar kepadamu—supaya kamu membuatkan makanan yang lezat. Tentu ini bukan sungguh kesukaan yang sedang terjadi. Dan kita juga tidak dapat berkata kepada anak kita “Saya suka sekali bermain bola denganmu—supaya kamu mau memotong rumput.” Karena jika kita sungguh-sungguh suka bermain bola dengannya maka suka itu tidak boleh dilakukan hanya sebagai alat untuk memintanya melakukan sesuatu yang lain. Apakah kita pernah berpikir yang sama saat menyembah Tuhan bahwa kita menyembah Dia dengan berharap kita akan mendapat perkenannya yang jauh lebih besar?

Wah 4:8-11 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.

Wah 22:8-9 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"
God is always calling us back to that for which He created us, to worship Him and to enjoy Him forever. A W Tozer

Worship is not to be offered in spirit or in truth. It is to be offered in spirit andin truth

Yesus merupakan satu-satunya yang mengetahui apa artinya menjadi penyembah-penyembah yang benar.

We come not to initiate worship but to contribute to, and be carried up by, a worship which never ceases, the source and fountain of which lies in the eternal activity of Christ.” John E. Burkhart, Worship, a Searching Examination 

It is only through God’s grace that we are able to join the worship of God forever taking place around the heavenly throne. John E. Burkhart, Worship, a Searching Examination
“In worship through sacrament and word it is recognized that we have been drawn into God’s purpose by His sovereign graciousness and goodwill toward us. It is a gift which...we have not earned” Walter Klaassen. Biblical and Theological Bases for Worship

We shouldn’t just come to church to worship; we should come to church worshipping

...and if your heart is not much taken up with Him, then you don't need to look any farther to know the deepest source of your frustration. John Piper