01 September 2017

Setia Berdoa

sabdanya.com - Ada masa dalam kehidupan ini kita menjadi mudah patah semangat karena melihat pada masalah kehidupan dan menyimpulkan bahwa kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelesaikannya. Daniel juga mengalami berbagai masalah dalam kehidupannya tetapi ia tahu solusi atas permasalahannya adalah selalu dimulai dengan doa.

Daniel 9:3-4 (TB) Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!




Tetapi Daniel tidak berdoa hanya karena ada masalah dalam hidupnya melainkan doa itu bagian dari hidupnya, nafas hidupnya, yang tidak dapat dilepaskan. Doa menjadi kehidupan rohaninya yang rutin.

Daniel 6:10 (TB) (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Daniel membangun kehidupan doa dengan kesetiaan dan kita dapat melihat penyertaan, pertolongan dan perlindungan Tuhan yang sempurna dalam hidupnya. Tidak hanya promosi demi promosi ia dapatkan tetapi Tuhan memperlengkapinya menjalani promosi Tuhan itu.




Apakah kita berdoa hanya karena ada masalah dalam hidup kita atau doa memang telah menjadi bagian terpenting di hidup kita, nafas hidup kita? Kiranya kita dapat belajar dari Daniel karena dua hal itu adalah hal yang berbeda.

Berdoalah bukan hanya karena ada masalah, berdoalah karena kita cinta padaNya dan selalu rindu bersekutu denganNya.

There's power in prayer
Posted in