Pages

01 September 2017

Surat Cinta Tuhan

sabdanya.com - Jika seseorang yang kita cintai mengirimkan surat kepada kita, apakah kita akan langsung membacanya, mengabaikannya atau membuangnya ke tempat sampah? Saya percaya kita semua akan langsung membacanya bahkan mungkin sudah tidak sabar menanti-nantikan datangnya surat itu. Hati kita pastinya akan dipenuhi dengan kegembiraan yang luar biasa saat dan setelah membacanya. Tidak jarang juga kita akan membacanya berulang-ulang karena hati kita dipenuhi cinta terhadap orang yang mengirimkan surat itu.




Namun sering sekali hal yang sama tidak terjadi antara kita dan Tuhan. Kita adalah kekasih-kekasihnya Tuhan dan Tuhan mempunyai "surat cinta" untuk kita. Tuhan ingin sekali menyatakan isi hati dan kehendak-Nya melalui surat cintanya itu tetapi kita tidak tertarik sama sekali. Kita mempunya banyak waktu untuk banyak hal tetapi kita tidak mempunya waktu untuk membaca surat cintanya Tuhan, yaitu alkitab.

Kita harus mempunyai waktu yang telah kita sepakati sendiri di dalam hati kita untuk membaca alkitab. Tetapi kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi, bermain games, chatting, atau asik di sosial media seperti facebook, instagram, path dan lain sebagainya. Alkitab tidak menjadi buku yang paling ingin kita baca melainkan keasikan berselancar di dunia yang paling kita inginkan.

Kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat hidup tanpa firman Tuhan, yaitu alkitab yang harus kita baca setiap hari. Tanpa firman Tuhan yang menerangi hati, pikiran dan jalan-jalan kita, kita akan jadi lebih rentan untuk  hidup di dalam dosa. Membaca buku-buku maupun artikel-artikel rohani adalah baik, tetapi itu semua tidak dapat menggantikan alkitab yang harus kita baca setiap hari. Sangatlah penting untuk membaca alkitan dan ini tidak dapat digantikan dengan apapun.

Mulailai sebuah awal dimana kita membaca alkitab, paksakan diri kita untuk terus membaca hari demi hari