17 September 2017

Yesus memberi makan 5000 orang

Yesus memberi makan 5000 orang lebih

Salah satu cerita favorite dari masa-masa sekolah minggu adalah ketika Yesus memberi makan 5000 orang lebih. Marilah kita kembali melihatnya dalam perspektif limitless jesus (Yesus yang tidak terbatas)

Matius 14:(14) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. (15) Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." (16) Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (17) Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." (18) Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." (19) Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. (20) Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. (21) Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.


Tuhan Yesus Selalu Tergerak Oleh Belas Kasihan

Mengapa Tuhan Yesus Memberi Makan 5000 orang
Saat itu Tuhan Yesus tidak sedang dalam rencana-Nya untuk memberi makan 5000 orang. Dia sedang "menyingkir" karena Yohanes baru saja dibunuh. Namun ternyata orang banyak sudah bersiap-siap untuk dilayani oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan maka Ia melayani mereka semua dan menyembuhkan mereka. Disini kita dapat melihat hati Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih kepada setiap orang yang rindu untuk mencari Dia. Tuhan Yesus berjanji bahwa barang siapa mencari Dia, Dia akan memberikan dirinya ditemui. Orang banyak itu mencari Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus berkenan untuk ditemui dan menyatakan kasih dan kuasa-Nya.

Tuhan Yesus tidak pernah menjadi terlalu sibuk sehingga Ia tidak dapat menerima kita atau mendengarkan setiap curahan isi hati kita. Tuhan Yesus akan selalu bersedia ditemui dan bersedia menyatakan kasih dan kuasa-Nya. Orang lain tidak menjadi lebih penting dari kita sehingga Tuhan Yesus terlebih dahulu menolong orang lain tersebut daripada kita, Dia selalu dapat menolong kita semua dengan kualitas cinta kasih yang sama dengan semua orang di muka bumi ini.

Kita dapat datang kepada-Nya tanpa penuduhan karena segala dosa dan pelanggaran kita. Ketika kita telah bertobat dengan segenap hati kita, kita telah disucikan dan dimurnikan oleh kuasa darah-Nya. Kita tidak perlu merasa tidak layak untuk datang kepada-Nya. Walau pada hakekatnya kita tidak pernah menjadi layak untuk datang kepada-Nya, namun oleh karena kuasa darah-Nya kita menjadi layak. Kasih karunia-Nya kepada kita membuat kita dapat memanggil Dia, Abba! Bapa! dan ketika kita memanggil Dia, Dia akan selalu mendengar kita dan menolong kita oleh karena Dia akan selalu digerakkan oleh belas kasihan.

Orang Percaya Dipanggil Untuk Melayani

 Mengapa Tuhan Yesus Memberi Makan 5000 Orang
Murid-murid juga sepertinya tergerak oleh belas kasihan sehingga mereka yang telah menyadari bahwa orang banyak tersebut perlu makan, mereka memberi saran kepada Tuhan Yesus agar menyuruh seluruh orang banyak pulang karena di tempat itu tidak ada makanan dan tidak memungkinkan untuk mendapatkannya.

Namun ternyata belas kasihan ini tidaklah dinyatakan dengan cara tepat. Murid-murid berpikir untuk menyuruh seluruh orang banyak itu pulang dan tidak berpikir untuk menjadi penyedia akan kebutuhan orang banyak itu. Dengan tegas Tuhan Yesus berkata, kamu yang harus memberi mereka makan. Tuhan Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa kita sebagai murid-murid-Nya, pengikut-Nya, kitalah yang akan dipakai Tuhan Yesus untuk melayani orang banyak itu. Kitalah yang akan Tuhan pakai untuk menyediakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan orang banyak itu. Setiap orang bisa memiliki rasa kasihan kepada orang yang sedang membutuhkan pertolongan tetapi tidak semua orang menyatakan rasa kasihan tersebut dengan tindakan nyata untuk menolong mereka. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kitalah yang harus bertindak untuk menolong orang-orang yang membutuhkan dengan tindakan kasih yang nyata. Mengetahui kesulitan orang lain dan membiarkan mereka tanpa pertolongan adalah salah di mata Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Fokus Pada Diri Sendiri Menghambat Kita Untuk Menolong

Mengapa Tuhan Yesus Memberi Makan 5000 orang
Setelah Tuhan Yesus berkata "Kamulah yang harus memberi mereka makan," murid-murid langsung menjawab dengan berkata "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Memang ini adalah fakta yang sangat nyata. Tempat itu sunyi dan sudah malam, tidak mungkin mereka dapat membeli makanan untuk jumlah yang sangat banyak, 5000 orang lebih.

Hal ini sering kita alami dalam kehidupan kita. Ketika kita sedang terdesak oleh suatu pergumulan yang berat, hal yang umum kita lakukan adalah melihat
kekuatan yang ada pada kita. Namun melalui peristiwa Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang ini, Tuhan ingin mengajar kita untuk mengenali Dia secara penuh; baik kasih dan kuasa-Nya.

Murid-murid melihat dan telah mengenal dengan sangat baik bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan segala sakit penyakit mereka, dalam hal ini, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Tetapi dalam hal memberi makan 5000 orang, murid-murid tidak mengenali bahwa Tuhan Yesus juga sanggup mengadakan mujizat karena Dia adalah Tuhan yang tidak terbatas/limitless.

Mindset murid-murid tetap berdasar pada hal-hal yang lahiriah dan belum beralih ke hal-hal yang supranatural walau selama perjalanan mereka, mereka selalu melihat hal-hal yang supranatural dilakukan oleh Tuhan Yesus. Murid-murid merespon dengan berkata hanya ada pada kami hanya lima roti dan dua ikan namun tidak melanjutkan dengan berkata "ditangan-Mu dapat memberi makan 500 orang ini."

Tuhan Yesus kemudian mengambil lima roti dan dua ikan tersebut dan oleh-Nya, 5000 orang lebih dapat diberi makan. Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang dengan hanya lima roti dan 2 ikan karena memang Dialah roti hidup itu. Benarlah apa yang Ia katakan padaku ada makanan yang sejati dan melalui peristiwa Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang ini, secara profetik dia mewahyukan dirinya sebagai roti hidup itu.

Pentingnya Merubah Mindset

Mengapa Tuhan Yesus Memberi Makan 5000 orang

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang tidak terbatas dan tidak akan pernah terbatas, kita perlu merubah mindset kita tentang Tuhan Yesus. Kita perlu benar-benar melihat Tuhan Yesus secara utuh bahwa Ia tidak hanya perduli kepada hal-hal yang jasmani tetapi terlebih lagi hal-hal yang rohani. Untuk itu, kita perlu melihat kemahakuasaan Yesus itu tidak terbatas walau kita ini sangatlah terbatas.

Kita perlu mulai bergerak dari alam natural ke alam supranatural. Kita perlu melihat dan mempercayai bahwa apa yang terjadi saat ini, walau sangat tidak mungkin, pasti mungkin terjadi di dalam Tuhan Yesus. Lihatlah apa yang dialami Musa. Secara natural, ditangannya hanyalah sebuah tongkat namun secara supranatural tongkat itu dapat berubah menjadi ular.

Secara natural, itu hanya tongkat kayu namun ketika dapat mengubah sungai nil menjadi darah. Secara natural, tongkat itu tidak mungkin membelah laut, tetapi secara supranatural tongkat itu dapat melakukannya. Maka apapun hal yang natural yang sedang kita alami, kita harus melihatnya di alam supranatural bahwa Tuhan Yesus dapat melakukan segala perkara bagi siapapun yang percaya kepada-Nya. Kita harus berhenti untuk berfokus dan melihat kemampuan diri sendiri dan beralih untuk melihat kapasitas yang ada di dalam Tuhan Yesus. Jika Tuhan Yesus dapat memberi makan 5000 orang lebih dengan lima roti dan dua ikan, bukankah itu berarti seberat apapun yang sedang kita alami; Ia sanggup untuk menolong kita karena Dia adalah Tuhan Yesus yang limitless, tanpa batas.