Pages

14 October 2017

Ketakutan dan Kekuatiran (3)

sabdanya.com - Iblis akan senang meluncurkan panah-panah apinya, yaitu pikiran-pikiran yang negatif dan yang membuat kita menjadi patah semangat. Dan semuanya itu sesungguhnya akan menentukan bagi kita apakah kita akan mengambil sikap mempercayai sepenuhnya kepada Tuhan atau mempercayai pada pikiran-pikiran yang diberikan iblis kepada kita. Ketika Tuhan berkata kepada Abraham agar pergi ke negeri yang akan ditunjukkan kepadanya, bayangkanlah pikiran-pikiran apa yang ada dikepalanya. Ketakutan dan kekuatiran bisa saja menyerangnya sedemikian rupa karena tidak ada kejelasana kemana ia harus pergi dan akan seperti apa perjalanan yang akan dialaminya. Jika kita di posisi Abraham, bagaimanakah kita akan menyikapinya? Akan menguji kita apakah kita akan mempercayai Dia sepenuhnya atau justru akan percaya kepada ketakutan dan kekuatiran yang dipanahkan oleh si jahat.

Ketika Tuhan memerintahkan Abraham untuk pergi kenegeri yang akan ditunjukkan, sesungguhnya TUhan inginkan Abraham mempercayai Tuhan sepenuhnya dan dasar untuk percaya hanya Tuhan sendiri dan bukan hal-hal lahirian yang nyata mendukung perintah itu. Ketika Tuhan meminta kita untuk berpindah rumah, berganti pekerjaan atau profesi, menikahi seseorang yang akan ditujukkan Tuhan; apakah kita akan mempercayai Dia sepenuhnya dan tidak menjadi takut dan kuatir?



Tuhan itu setia dan menepati janji-Nya kepada Abraham. Pertolongan, perlindungan dan penyertaan Tuhan begitu nyata dan sempurna bagi Abraham. Begitulah juga yang akan terjadi kepada kita, Dia setia dengan segala janji-Nya, Dia bukan seperti manusia yang dapat mengingkari janjinya. Kita justru akan terkagum-kagum dengan apa yang Tuhan akan lakukan di dalam hidup kita dan melalui hidup kita ini. Dia akan memakai segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita untuk kemuliaan-Nya dan sekali lagi, yang perlu kita tetapkan di dalam hati kita adalah tetap mempercayai Dia apapun yang terjadi dan tidak sedikitpun membiarkan hati dan pikiran kita dikuasi oleh ketakutan dan kekuatiran.




(1) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. (3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (4) Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Kejadian 12:1-5