06 October 2017

Kita adalah Teladan Kristus

sabdanya.com - Setiap orang percaya haruslah hidup sebagai teladan. Palus mengingatkan Timotius akan hal ini di dalam 1 Tim 4:12 "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."

Paulus menguatkan Timotius agar hidupnya menjadi teladan bagi orang-orang yang sudah percaya atau belum percaya kepada Yesus. Namun adalah sangat penting untuk terlebih dahulu apa maksud menjadi teladan yang sejati. Menjadi teladan sejati bagi Kristus bukanlah kita yang sedang dicontoh orang lain atau orang-orang yang kita sedang ajar di dalam kebenaran firman Tuhan. Mereka bukan sedang mencontoh atau meniru kita sebagai teladan. Tetapi yang sesungguhnya adalah kita sedang menjadi teladan Kristus dan bukan telada atas diri kita sendiri. Sehingga kita ini adalah representatif Kristus dimana orang yang melihat kita haruslah melihat Kristus. Bila orang-orang menjadi kagum dan mencontoh segala tindak tanduk kita tetapi mereka tidak sampai kepada pengenalan Kristus maka sesungguhnya kita sedang menjadi pusat teladan itu dan bukan Kristus. Sebagaimana Tuhan Yesus sendiri mengatakan barang siapa melihat Aku telah melihat Bapa demikian juga orang yang melihat kita haruslah juga melihat Kristus.



(Yohanes 12: 45) dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Dengan demikian ketika kita menjadi teladan melalui perkataan, tingkah laku, kasih, kesetian dan kesucian kita adalah semua yang kita butuhkan agar melaluinya orang-orang dapat melihat Kristus yang hidup di dalam kita. Sehingga jelas sekali kita bukanlah pusat dari teladan itu tetapi Kristus adalah pusatnya.

Tidak ada perkataan Kristus yang olehnya Ia layak menerima hukuman. Demikianlah juga kita seharusnya menjadi teladan melalui perkataan kita sehingga kita sendiri tidak menerima hukuman karena perkataan kita. Tidak ada dalam tingkah laku Kristus yang olehnya Ia layak menerima hukuman. Demikianlah juga kita dalam bertingkah setiap hari agar orang-orang dapat melihat tingkah laku yang memuliakan Kristus. Tidak ada dalam kasihNya Tuhan yang olehnya Ia layak menerima hukuman. Demikian juga kita seharusnya memiliki kasih seperti kasih Kristus sehingga melalui kasih Kristus di dalam diri kita orang-orang dapat melihat dan merasakan Kristus dalam hidup mereka. Demikian juga dengan kesetiaan dan kesucian Kristus, kita juga menjadi teladan dalam kesetiaan dan kesucian di dalam hidup kita.




Kita adalah teladan bagi orang lain namun kita tidak sedang menaruh diri kita di dalam sebuah "show" melainkan Kristus yang sedang kita tampilkan sehingga melalui kita banyak orang akan melihat Kristus dan menjadi percaya kepadaNya.