22 October 2017

Makhluk Sosial

sabdanya.com - Kejadian 2:18 (TB)  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Manusia itu tidak baik bila seorang diri saja. Amsal 18:1 (TB)  Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan. Tuhan sendiri yang berkata bahwa manusia itu tidak baik seorang diri sendiri dan memikirkan dirinya sendiri.






Sesungguhnya kita ini adalah manusia 2 in 1, yang tampak luar adalah manusia lahiriah dan semakin lama semakin merosot. Yang tampak dalam adalah manusia batiniah yang semakin hari dibaharui akan semakin cemerlang. Inilah yang Tuhan maksudkan dalam 2 Korintus 4:16 (TB)  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Paulus tampak luar, manusia lahiriah, semakin merosot oleh karena aniaya dan deraan yang sedemikian rupa tetapi manusia tampak dalam, manusia batiniah, semakin dibaharui ke sehari.
Ketika Tuhan berkata tidak baik manusia itu seorang diri, artinya kita memang harus memiliki teman. Namun tidak sembarangan memiliki Teman sebagaimana tertulis dalam Amsal 18:24 (TB)  Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. Kita harus berhati-hati dengan siapa kita berteman, kalau kita berteman dengan orang yang "rusak" kita juga bisa dengan cepat ikut menjadi "rusak" semakin jelas lagi tertulis dalam 1 Korintus 15:33 (TB)  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Dalam Markus 2:1-12 kita dapat belajar bagaimana teman lahiriah yang memiliki hati berbelas kasihan menolong mengangkat yang lumpuh itu sehingga walaupun tidak mungkin untuk masuk karena orang banyak, mereka membuka atap rumah dan menurunkannya. Tuhan menyembuhkannya karena iman mereka dan orang banyak memuliakan Dia. Empat orang yang menggotongnya tidak hanya sekedar tergerak tetapi bergerak dengan kerinduannya agar orang lain bertemu dengan Kristus. Mereka juga membawanya dengan iman yang nyata yang dilihat Tuhan sehingga Tuhan menyembuhkannya.






Orang yang lumpuh itu memiliki perkataan yang positif dan juga tulus hati. Ketika dibawa oleh empat orang itu dia tidak memperkatakan hal-hal yang negatif namun positif sehingga ia mau digotong untuk bertemu dengan Yesus. Orang yang lumpuh ini juga pastilah pernah menabut kebaikan sehingga ia menuainya dengan adanya empat orang yang mau menggotongnya, hukum tabur tuai itu benar dan pasti terjadi. Tetapi kita perlu memilik hati yang benar perihal tabur tuai bukanlah seperti kita pasang lotre dengan 10rb kita mengharapkan 100jt.

Sebagaimana manusia lahiriah membutuhkan teman, demikian juga dengan manusia batiniah kita membutuhkan teman batiniah. Tuhan Yesus sendiri dalam wujud manusia di muka bumi ini.membutuhkan teman batiniah. Siapakah teman batiniah ini? Teman batiniah-Nya adalah Bapa di sorga. Markus 6:45-47 (TB)  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Teman lahiriah akan berlalu saat kita telah meninggal dunia tetapi Teman batiniah akan "menyertai" pada saat seseorang masuk dalam masa kekekalan. Kalau untuk sesuatu yang tidak kekal kita melakukan persiapan, kenapa untuk sesuatu yang kekal kita tidak ada persiapan? Persiapan kita adalah memberikan waktu, sendiri dengan Tuhan.